Unik, Informatif , Inspiratif

Ini 5 Fakta Unik Sekolah di Jepang

0

JEPANG. Salah satu negara paling maju di Asia dan mampu bersaing dengan dengan negara-negara Barat punya perhatian besar terhadap pendidikan. Bahkan sejak di periode Edo, lebih dari 70% dari semua anak-anak di Jepang pergi ke sekolah. Saat ini, 99% orang di Jepang bisa membaca dan menulis, dan sekolah masih dipandang sebagai batu loncatan yang sangat penting di awal kehidupan.

Related Posts
3

Jelang Penobatannya sebagai Putri Mahkota Jepang, Masako…

Namun tahukah Anda, jika murid-murid sekolah Jepang punya beberapa kebiasaan unik yang hampir tak bisa ditemukan di negara lain? Berikut beberapa fakta kehidupan sekolah di Jepang:

1 Banyak sekolah tak punya petugas kebersihan

Sebagian besar sekolah di Jepang tidak mempunyai petugas kebersihan. Sebagai gantinya, anak-anak yang akan membersihkan kelas setiap harinya sebagai bagian dari praktik yang bersumber dari tradisi Buddha yang mengaitkan kebersihan dengan moralitas.

Ternyata tak hanya siswa, guru, staf sekolah, dan bahkan pimpinan sekolah tertinggi seperti wakil kepala sekolah dan kepala sekolah semua bergabung bersama dalam pembersihan lingkungan sekolah.

Setiap harinya sekolah di Jepang memberikan waktu untuk kegiatan bersih-bersih yang disebut “souji”. Beberapa siswa memakai tenugui (bandana) di kepala mereka dan sebelum waktu bersih-bersih dimulai, mereka duduk dalam diam selama beberapa menit untuk bermeditasi dan mempersiapkan pikiran dan tubuh mereka, yang disebut, “mokuso”.

2 Punya kebisaan makan siang yang unik

Anak-anak di Jepang adalah anak yang paling mandiri di dunia. Mereka berangkat sekolah sendiri, membersihksn ruang kelas sendiri, dan makan siang sendiri.

Di sekolah umum di Jepang, setiap orang makan makanan yang sama. makan jenis makanan yang sama (terlepas dari preferensi mereka) dan menyelesaikan makan siang mereka dalam waktu yang ditentukan. Sebagian besar sekolah umum Jepang tidak memiliki kafetaria dimana makanan dapat dibeli, sehingga siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk membeli makanan mereka sendiri.

Siswa bertanggung jawab untuk mengambil makanan mereka dari tempat makan siang sekolah dan menyajikan makanan tersebut ke teman sekelas mereka. Mereka juga mengenakan masker berwarna putih, apron, dan bandana.

Setelah makan siang, mereka juga bertanggung jawab untuk membersihkan dan mengembalikan wadah makan dan seluruh kegiatan ini berada di bawah pengawasan guru. Kegiatan ini mengajarkan kepada anak-anak tentang melayani orang lain dan bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan mereka.

3 Guru pantang keluarkan murid dari kelas

Di banyak negara selain Jepang, mengeluarkan siswa yang nakal dari kelas adalah hal yang wajar. Namun, hal ini merupakan suatu pantangan besar di sekolah Jepang. Pasal 26 Konstitusi Jepang (hanya dalam bahasa Jepang dan Inggris) menyatakan, “Semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang setara …” dan oleh karena itu, pengajar di Jepang tidak berani mengeluarkan siswa dari kelas.

Hal ini membuat pengajar di Jepang terbiasa menjaga agar mereka tetap tenang dan tetap melangsungkan kegiatan mengajar. Namun, ada beberapa kasus di mana hal ini terjadi jika seorang siswa terus-menerus mengganggu kelas.

4 Kelas di Jepang Canggih? Nggak Juga

Jepang mungkin adalah salah satu negara paling progresif di bidang sains dan teknologi, namun Anda mungkin berpikir dua kali jika Anda berkesempatan melihat bagian dalam salah satu sekolah mereka. Dalam banyak kasus, pena dan kertas masih lebih disukai daripada perangkat elektronik. Namun, teknologi telah perlahan menemukan jalannya ke dalam sistem untuk membantu memperbaiki materi pengajaran dan memperbaiki fasilitas di sekolah-sekolah Jepang.

Dengan kata lain, tidak setiap sekolah memiliki peralatan terbaru dan berteknologi tinggi seperti yang diharapkan orang asing karena teknologi tinggi Jepang yang sangat inovatif. Sekolah tua, terutama yang belum diperbarui selama bertahun-tahun! Pemandangan dari pemutar CD yang usang, printer, dan mesin faks masih terlihat di banyak SD, SMP, dan SMA di seluruh negeri.

Demi menghemat listrik, kipas angin elektrik masih lebih banyak digunakan sebagai ventilasi dibandingkan dengan AC, dan di musim dingin, pemanas sentral sangat jarang digunakan dan biasanya, hanya terdapat pemanas dengan bahan bakar minyak tanah.

Selain itu, kegiatan belajar mengajar biasanya dilakukan dengan menggunakan bahan ajar tradisional dengan buku teks sebagai fokus utama daripada papan tulis putih seperti yang mungkin Anda lihat di negara lain. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, teknologi secara perlahan merambah masuk ke sistem dengan internet dan komputer perlahan diperkenalkan untuk presentasi kelas di beberapa sekolah. Jadi sekolah Jepang yang lebih tua juga telah mengalami renovasi.

5 Setiap siswa pasti naik kelas

bagi orang Jepang, mereka selalu maju ke kelas berikutnya terlepas dari nilai ulangan dan kemampuan mereka. Seorang siswa mungkin gagal dalam setiap tes dan mengikuti kelas, namun masih dapat mengikuti upacara wisuda di akhir tahun. Nilai ulangan mereka hanya berarti pada saat mereka mengikuti ujian masuk untuk sekolah menengah dan universitas.

Namun, bukan berarti bahwa anak-anak Jepang tidak harus bekerja keras! Anak-anak di Jepang belajar keras untuk mempelajari kanji Jepang sehingga diharapkan kemampuan membaca mereka dan kemampuan pada mata pelajaran yang lainnya sesuai dengan usianya. []

SUMBER: JPNINFO


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline