Pembunuhan Ema
Foto: Tribun Pekanbaru

Ini 7 Fakta Miris Pembunuhan Ema, Wanita Hamil yang Dibakar Pacar

Tragedi memilukan meninggalnya Ema Desrita (21), wanita yang ditemukan tewas dengan kondisi hamil dan sebagian tubuh terkabar mengejutkan masyarakat khususnya di Pekanbaru.

Yang lebih mengejutkan, sang pelaku pembunuhan wanita yang ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terbakar itu tak lain adalah pacar korban sendiri.

Kenyataan itu terungkap dari pemeriksaan yang dilakukan polisi setelah SI berhasil ditangkap di wilayah Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Kamis (17/8/2017).

Setelah dilakukan pemeriksaan kepolisian Polresta Pekanbaru, SU mengakui perbuatan kejinya yang membunuh pacarnya itu.

Berikut fakta-fakta kasus kematian Ema yang dirangkum dari Tribun Pekanbaru.

1. Hamil 6 bulan

Wanita tersebut berusia sekitar 18 hingga 22 tahun, sedang hamil.

Dari hasil autopsi diketahui pada rahim korban juga ditemukan janin berjenis kelamin laki-laki, berusia sekira 22 hingga 23 minggu (hampir 6 bulan) dengan berat 250 gram.

2. Pelaku adalah pacar

Kenyataan itu terungkap dari pemeriksaan yang dilakukan polisi setelah pacar Ema SU berhasil ditangkap di wilayah Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Kamis (17/8/2017) dini hari tadi.

Sesuai dengan laporan kepolisian Polresta Pekanbaru, SU mengakui perbuatan membunuh korban.

3. Meninggal 3 sampai 4 jam sebelum ditemukan

Menurut perkiraan, ia baru meninggal sekitar 3 sampai 4 jam sebelum jasadnya ditemukan.

4. Ditemukan dengan kondisi tubuh separoh terbakar

Mayat wanita malang ini ditemukan dalam kondisi terbakar setengah tubuhnya.

Bagian wajah sampai pinggang korban hangus terbakar.

Wanita ini diduga korban pembunuhan.

 

 

 

5. Sempat bermesraan sebelum dibunuh

Di hadapan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Susanto, yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto dan Kapolsek Rumbai AKP Henny Irawati, SU menceritakan kronologi pembunuhan.

Mereka sempat bermesraan. Saat itu Ema kembali meminta pertanggungjawaban SU atas kehamilannya yang sudah memasuki 6 bulan. Mendengar itu, SU kesal.

6. Dijerat pakai jilbab lalu dibakar

Di hadapan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Susanto, yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto dan Kapolsek Rumbai AKP Henny Irawati, SU menceritakan kronologi pembunuhan.

SU menjerat leher korban dengan jilbabnya.

“Waktu itu dia meronta, melawan. Langsung saya tidurkan dia di tanah. Lalu saya cekik lehernya sampai lemas dan tidak bergerak lagi,” papar SU.

Setelah memastikan Ema sudah tidak bernyawa, SU kemudian membakar jasadnya untuk menghilangkan jejak pembunuhan yang ia lakukan.

“Saya bakar dia pakai jilbab sama pakaian lain yang dibawanya. Saya letakkan di bagian mukanya. Ditambah pakai styrofoam yang saya temukan di situ,” ungkapnya.

7. Ayah Ema sempat temui pelaku

Ayah Ema Dasril mengaku bahwa pelaku (SU) sebagai orang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Sebab, menurutnya pada Rabu pagi ia masih ke rumah SU untuk menanyakan keberadaan anaknya.

“Saya tahu kalau SU itu kawan dekat Ema. Jadi saat Ema sudah tidak nampak lagi pulang kerumah, saya datangi rumah SU. Saya kemudian tanyakan keberadaan Ema. Saat itu ia mengatakan tidak tahu dengan kemungkinan pergi dengan temannya. SU juga menyebutkan sudah mengantarkan Ema pulang sampai di persimpangan dekat rumah,” ungkap Dasril. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

setan

Kulit Membiru karena Dicubit Setan, Benarkah?

Hal ini disebabkan karna penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *