Foto: Republika

Ini Alasan Komikus Marvel Masukan Unsur Al Maidah dan 212 di Komik X-Men

Foto: Republika

Baru-baru ini seorang komikus Marvel asal Indonesia menjadi perbincangan dunia. Pasalnya, komikus Marvel bernama Ardian Syaf ini, dalam komik X-Men: Gold#1 buatannya, memasukkan unsur konflik agama dan politik di Indonesia. Tindakan ilustrator asal Tulungagung ini langsung membuat pihak Marvel mengklarifikasinya.

Seperti dikutip dari The Verge, (10/4/17), awalnya, komik X-Men: Gold # 1 ini langsung hit di pasaran awal pekan ini. Tetapi, semua berubah saat sejumlah pembaca Indonesia menemukan bahwa Ardian diduga memberikan referensi politik terselubung dalam komik yang dibuatnya tersebut.

Dalam beberapa gambar komik terlihat tulisan QS 5:51 dan angka 212. QS 5:51 tak lain merupakan surat Al Maidah yang menjadi kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur Pertahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Adapun makna dari angka 212 adalah aksi massa yang menuntut keadilan ditegakan.

Terkait hal ini, Marvel pun menyatakan akan memberikan peringatan kepada Ardian karena dugaan pelanggaran yang dilakukannya ini. Selain itu, pihak Marvel berjanji akan segera mengubah cetakan komik buatan Syaf tersebut.

Marvel juga menegaskan bahwa karya yang dibuat Ardian tersebut dimasukkan tanpa sepengetahuan pihak Marvel sehingga tidak menyangka akan ada referensi tersirat yang terkandung didalamnya. Pihaknya juga meyakinkan publik bahwa karya seni ini akan segera dihapus dari cetakan berikutnya, baik itu versi digital, ataupun cetakan lainnya.

Di masa mendatang, Marvel pun meminta kepada Ardian untuk tidak lagi memuat komik yang melibatkan isu-isu sensitif. Karena jika dilakukan, hal tersebut justru akan membunuh karirnya sendiri.

Pengacara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kapitra Ampera menegaskan bahwa kontroversi komik Marvel X-Men Gold #1 bukanlah sesuatu yang melecehkan Al-Quran maupun umat Islam.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Kapitra mengatakan bahwa ilustrasi angka 212 dan QS 5 : 51 tidak memiliki muatan politik apapun dan itu adalah murni 100 persen art (karya seni). Dia juga mengatakan bahwa angka-angka yang tercantum tersebut hanyalah untuk mengisi kekosongan ruang saja. Jadi tidak ada maksud-maksud di luar itu.

Kapitra juga meminta semua pihak untuk tidak terpancing isu ini dan bisa memahami perspektif seni pembuatan komik tersebut.

Menyadari karyanya menjadi kontroversi, Ardian pun buka suara. Kepada Republika, Ardian mengaku siap menerima segala konsekuensi dari Marvel. Ardian sendiri mengaku menjadi salah satu peserta dari aksi yang menuntut proses hukum terhadap Ahok. Itulah mengapa akhirnya dia memutuskan untuk memasukkan unsur tersebut pada karyanya. “212 bener-bener momen yang berkesan bagi saya. Jadi saya masukkan ke situ,” terangnya. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *