rahasia waktu shalat
Foto: Flickr

Ini Alasan Mengapa Allah Menguji Hamba-Nya

 

Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika membaca ayat tersebut? Akankah kita marah? Akankah kita bersedia menerima ketentuan Allah?

Tidak sedikit dari kita yang mengaku mukmin sering kali mengeluh ketika diberi cobaan hidup oleh Allah. Mulai dari hal-hal kecil saja, ikhwah, seperti diganggu nyamuk, mati lampu, TV rusak, motor mogok, kaca mobil dipecahkan orang, kemalingan, kecopetan, terpeleset di kamar mandi, ditabrak truk, dan masih banyak musibah lainnya.

Bahkan, sering kali suatu hal yang berhubungan dengan hati pun bisa jadi ujian dari Allah. Berselisih dengan anak/orang tua, diceraikan suami, istri kabur dari rumah, tetangga menggunjingkan kita, dikerjai rekan kerja, didzolimi pemimpin, termasuk juga didoakan oleh kakak/adik kandung dengan doa yang jelek. SubhaanAllah. Maha suci Allah dari segala keburukan.

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Siapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan, maka diberiNya cobaan” (HR Bukhari). Dan sahabatku fillah rahimakumullah, “Tiada henti-hentinya cobaan menimpa mukmin, baik mengenai dirinya, keluarganya, hartanya, hingga dia menghadap Allah dalam keadaan bersih dari dosa” (HR Tirmidzi).

Sungguh ujian atau cobaan hidup untuk hamba-hambaNya tidak akan pernah berhenti selama kita masih ada di dunia ini. Sungguh aneh jika kita hidup di dunia tapi tidak pernah dapat ujian. Sungguh aneh jika sepanjang hidup kita, tidak pernah menangis. Tidak pernah merasakan sedih atau kehilangan. Tidak pernah tahu rasanya kesepian, marah, kesal, atau geram.

Kenapa aneh? Karena kalau sedih terus, namanya neraka. Kalau senang terus, artinya kita ada di surga. Kalau sebentar senang, sebentar sedih, nah! Artinya kita masih hidup di dunia.

Kenapa harus seperti ini? Kenapa jadi begini?” Kenapa… Kenapa… Dan kenapa… Sederet pertanyaan kenapa kita berikan kepada Allah.

Saking keterlaluannya kita, saking kurang ajarnya kita ini kepada Dia yang menciptakan kita, adanya prasangka buruk saja kepada Allah. Sedikit-sedikit marah ke Allah, lalu memusuhi Allah. Sedikit-sedikit menyalahkan Allah, lalu menjauhi Allah. Sedikit-sedikit menuduh-nuduh Allah, lalu nyari yang selain Allah.

Tapi, sadarkah kita, sahabat… Adakah sekali saja seumur hidup kita di dunia ini, Allah bertanya kepada kita, “Kenapa kamu melakukan itu kepadaKu, wahai hambaKu?”

Simaklah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Apabila Allah menguji hambaNya dengan membutakan dua matanya, kemudian ia bersabar. Maka, Allah menggantinya dengan ampunan dan surgaNya” (HR Bukhari).

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian hidup. Maka siapa yang ridha dengan ujian Allah, ia mendapat keridhaan Allah, dan siapa yang marah dengan ujianNya, ia pun mendapat murkanya Allah” (HR Tirmidzi dan Ibu Majah).

Jadi, jangan pernah marah pada Allah yang menguji kita. Jangan buruk sangka lagi. Jangan bersedih berkepanjangan lagi. Apalagi sampai putus asa.

Allahu ‘alam. []

SUMBER: azzikra.com


Artikel Terkait :

About Fickry Augustri

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *