Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Alasan Rasul Larang Berdebat

0

Terlalu banyak bicara yang tidak bermanfaat merupakan suatu hal sia-sia. Selain dari mendatangkan mudhorot yang besar hal itu pun tidak mendatangkan manfaat. 

Tidak menjaga lisan tak jarang berujung pada debat kusir. Pertengkaran yang tidak ada ujungnya ini cukup menjengkelkan hati. Biasanya tak jarang malah mencaci orang yang diajak bicara.

BACA JUGA: Menguak Tulisan Kaf-Fa-Ra pada Dahi Dajjal

Setan memiliki S.O.P, jika tidak membuat manusia berbuat dosa maka membuatnya malas. Dosa besar berawal dari dosa kecil. Maka Allah pun menganjurkan kita untuk menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji lainnya.

Dalam Quran Surah An-Najm ayat 32, “(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”

Bahkan, salah satu akibat dari suka berdebat yang tercela adalah menghilangkan keberkahan ilmu.

Telah disebutkan dalam shahih Al-Bukhari, dari hadits Aisyah, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR. Bukhari, no 4523 dan Muslim, no 2668)

BACA JUGA: Warisan Ilmuwan Muslim yang Bermanfaat Bagi Dunia

Mengapa dikatakan dapat menghilangkan keberkahan ilmu? Sebab orang yang menjatuhkan diri dalam perdebatan (yang tercela) tujuannya hanya ingin dirinya menang.

Adapun orang yang betul menginginkan kebenaran, maka kebenaran itu akan mudah diterima olehnya, tidak perlu dengan debat yang keras.  []

SUMBER: ISLAMPOS


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline