Ini Arti Nama Bulan Hijriyah

Kaum muslimin banyak menggunakan penanggalan Hijriyah dalam kehidupan sehari-hari di samp ing penanggalan Masehi. Hijriyah diawali dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad s.a.w dari kota Mekah ke kota Medinah. Jumlah bulan Hijriyah sama dengan jumlah bulan dalam penanggalan Masehi yaitu sama-sama 12 bulan. Perbedaanya yaitu bulan-bulan Hijriyah lamanya antara 29 dan 30 hari dan dihitung berdasarkan peredaran bulan.

Berikut ini arti nama-nama bulan Hijriyah tersebut:

1. Muharram, artinya yang diharamkan untuk berperang. Pada bulan ini Allah mengharamkan kaum Muslimin untuk berperang kecuali kalau mereka diserang musuh.

2. Shafar, artinya daun yang menguning; Shafar menurut arti katanya adalah kuning. Hal ini dihubungkan dengan keadaan alam yang biasanya terjadi pada bulan itu yakni menguningnya daun-daun karena panas yang sangat terikat.

3. Rabi’ul Awwal, artinya musim semi pertama; Robi’ul awal itu artinya seperempat pertama karena bulan ini merupakan bulan ketiga dari dua belas bulan atau bisa kita artikan sebagai triwulan pertama. Bulan ini sering juga disebut bulan Maulid yang artinya kelahiran, karena pada tanggal duabelas Rabiul Awal Nabi Muhammad s.a.w dilahirkan.

4. Rabi’uts Tsani, artinya musim semi yang kedua. Artinya seperepat kedua atau dalam bahasa kita sehari-hari yaitu triwulan kedua karena bulan ini merupakan bulan keempat.

5. Jumadil Awwal, artinya masa air membeku yang pertama. Jumud dalam bahasa Arab artinya beku, jadi bulan ini adalah bulan mulai terjadinya musim dingin pertama.

6. Jumadits Tsani, artinya masa air membeku yang kedua. Bulan ini merupakan bulan musim dingin yang kedua.

7. Rajab, artinya masa air yang membeku mulai mencair. Pada bulan ini air yang membeku mulai mencair, berarti suhu udara mulai naik lagi.

8. Sya’ban, artinya lembah-lembah yang mulai ramai digarap penduduk untuk bercocok tanam atau beternak. Pada bulan ini para petani mulai menggarap lahan pertaniannya.

9. Ramadhan, artinya panas yang membakar. Bulan ini diberi nama Ramadhan karena suhu udaranya panas seperti terbakar. Pada bulan ini kaum Muslimin diwajibkan berpuasa selama saatu bulan. karena itu sering kita dengar bahwa bulan Romadhon itu merupakan bulan pembakaran dosa.

10. Syawwal, artinya peningkatan panas yang membakar tersebut. Bulan Syawal ini lebih panas dari Ramadhon karena itu disebut Syawal yang artinya peningkatan. Dikaitkan dengan bulan Ramadhon yang diisi dengan ibadah shaum sebagai pelatihan diri, maka bulan Syawal diartikan sebagai bulan peningkatan kualitas diri setelah melaksanakan shaum. Pada tanggal 1 Syawal kaum Muslimin menyambutnya sebagai Hari Raya Idul Fitri yang atinya kembali kepada fitrah kesucian diri.

11. Dzul Qa’dah, artinya yang di dalamnya banyak orang yang hanya duduk-duduk karena panasnya udara. Disebut Dzulqo’dah Bulan ini merupakan bulan istirahat di rumah. Orang-orang jarang ke luar rumah karena panasnya udara luar.

12. Dzulhijjah artinya yang di dalamnya ada haji. Disebut Dzulhijjah karena pada bulan inilah kaum muslimin melaksanakan ibadah haji di Mekah dan sekitarnya.


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

One comment

  1. Betulkah? Bulan hijriyah tidak mengikuti musim, masehi yang mengikuti musim. Boleh tau artikel diatas sumbernya dari mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *