Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Bukti Ilmiah Mukjizat Rasul, Terbelahnya Bulan

0 5.696

Salah satu dari sekian banyak ciri kenabian Rasulullah s.a.w -Mu’jizat- adalah terbelahnya bulan. Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’ disebutkan hadis maupun ayat Alquran yang menjelaskan mengenai hal itu.

Dalam buku, diceritakan kisah menarik yang dialami Dawud Musa Pidcock, seorang pria asal Inggris yang masuk Islam karena mengetahui ayat-ayat di awal Surah Al Qamar.

Pada 1978, Pidcock menonton acara televisi tentang perjalanan luar angkasa. Dalam acara tersebut, seorang penyiar terkenal Inggris James Burke mewawancarai tiga orang ilmuwan luar angkasa Amerika. Dalam acara tersebut, mereka membahas tentang kali pertama manusia mendarat di permukaan Bulan. Betapa perjalanan ini telah menelan biaya lebih dari 100 miliar dolar.

Para ilmuwan itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa perjalanan ini telah berhasil menemukan sebuah fakta ilmiah. Fakta yang mereka temukan bahwa dahulu kala Bulan pernah terbelah menjadi dua, kemudian menyatu kembali. Ada banyak bukti nyata di permukaan Bulan yang dapat menjelaskan ini.

Dalam penjelasan terpisah, ilmuwan Tom Watters dari Smithsonian National Air and Space Museum mengatakan, ada patahan pada bulan yang dinamakan Lobate Scarp. Diyakini bahwa patahan ini terjadi akibat material kerak Bulan yang saling mendorong sehingga terjadi retakan.

“Jadi, itu mengindikasikan bahwa sesuatu menyebabkan Bulan untuk mengalami pengerutan atau penyusutan,” kata Tom. Peneliti percaya bahwa Bulan memiliki sejarah geologis. Kemudian, peneliti mencoba untuk mengetahui kapan terjadinya patahan tersebut. Tom memperkirakan patahan itu mungkin terjadi dalam waktu kurang dari miliaran tahun lalu, bahkan mungkin kurang dari ratusan juta tahun lalu.

Bulan pernah terbelah disebutkan dalam salah satu ayat Alquran. Terbelahnya Bulan merupakan salah satu mukjizat paling nyata untuk menguatkan kenabian Rasulullah Muhammad s.a.w.

“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah Bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: ‘(Ini adalah) sihir yang terus menerus’. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya,” Surah Al Qamar Ayat 1-3. []

Sumber: Okezone

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline