Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Ciri-ciri Muslim Ideal

0
Foto: Stuff

INSPIRADATA. Menjadi muslim ideal, itu dambaan siapapun. Kehadirannya mampu membawa manfaat dan maslahat bagi umat. Namun seperti apakah sosok muslim ideal itu?

Menurut Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, Guru Besar IPB Bogor, “Ciri sosok Muslim ideal itu dijelaskan oleh Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 24-25.”

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, (ayat 24) pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (ayat 25) Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. (ayat 26).

Related Posts
1

Tradisi Buruk dalam Resepsi Pernikahan

Ayat-ayat di atas, kata Didin, mengungkapkan ciri sosok Muslim ideal seperti digambarkan oleh Allah SWT. “Sosok Muslim yang ideal adalah yang memiliki tiga ciri atau unsur yang saling menguatkan,” tambahnya.

Pertama, pohon yang baik itu akarnya teguh. “Muslim yang ideal itu mempunyai akar yang kuat, tidak mudah guncang karena angin atau badai. Akar yang kuat itu adalah tauhid atau akidah yang kuat, yang tidak mudah goyah walaupun banyak tantangan dan tekanan.”

Kedua, kata Didin, pohon yang baik itu cabangnya menjulang ke langit. “Sosok Muslim yang ideal itu syariah atau ibadahnya kuat. Termasuk ke dalamnya adalah kuat dalam ibadahnya, kuat dalam belajarnya, kuat dalam sedekahnya, disiplin, tepat waktu, cinta orang tua, cinta guru dan lain-lain,” ujarnya.

Ciri ketiga sosok Muslim ideal, kata Didin, pohon itu memberikan buahnya. “Dari akidah dan syariah yang kuat, maka akan melahirkan akhlak yang mulia atau akhlaqul karimah. Inilah tiga ciri sosok Muslim ideal yang digambarkan oleh Allah SWT melalui firman-Nya, yakni mempunyai akidah yang kuat, ibadah yang kuat, dan akhlak yang mulia,” papar KH Didin Hafidhuddin. []

Sumber: Republika.


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.