surat shalat sunnah qobliah shubuh
Foto: iStock

Ini Dia Hukum Bila Sholat Fardhu Tidak Tepat Waktu

Shalat adalah ibadah paling utama yang diwajibkan oleh Allah SWT. Shalat tidak dapat tertandingi oleh ibadah yang lainnya. Ia merupakan tiangnya agama, dan barang siapa yang menegakkannya berarti orang itu menegakkan agamanya, Dan barang siapa yang meninggalkannya berarti dia telah menghancurkan agamanya.

Shalat adalah yang pertama dihisab (dihitung) Allah SWT pada hari perhitungan. Sebagaimana diriwayatkan at- Tirmidzi dari Abu Hurairah berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Pada hari kiamat pertama kali yang akan Allah hisab atas amalan serang hamba adalah shalatnya, dan jika shalatnya baik maka ia akan beruntung dan selamat, jika shalatnya rusak maka ia akan rugi dan tidak beruntung. Jika pada amalam fardlunya ada yang kurang maka Rabb ‘azza wajalla berfirman; “Periksalah, apakah hamba-Ku mempunyai ibadah sunnah yang bisa menyempurnakan ibadah wajibnya yang kurang?” Lalu setiap amal akan diperlakukan seperti itu.”

Diantara dalil yang menerangkan kewajiban seorang muslim untuk melakukan shalat lima waktu pada waktu-waktu yang telah ditentukan Allah SWT adalah; “Sesungguhnya shalat itu fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisaa : 103)

Terkadang kita sesekali melaksanakan shalat shubuh setelah matahari terbit atau habis waktunya maka apalabila yang menyebabkan anda bangun kesiangan adalah aktivitas-aktivitas seperti : Menuntut ilmu atau berbincang-bincang tentang ilmu, kemaslahatan kaum muslimun, berbincang-bincang denga tamu yang diperlukan atau hal-hal lain yang mengandung kemaslahatan maka tidaklah berdosa dan shalat yang kita lakukan tetap sah meskipun dianggap qadha.

Sedangkan jika kita melakukan shalat tidak tepat pada waktunya saat shubuh, dan alasan kesiangan karena tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang mengandung mandaat (maslahat) itu berarti kita termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan atau melalaikan shalat dan mendapat dosa meskipun shalat itu tetap harus dilakukan dan dianggap qadha. Kemudian diwajibkan untuk bertaubat taubat nashuha dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi.

“Maka dayanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

Demikian pula terhadap shalat-shalat lainnya yang dilakukan di luar waktu-waktunya. Wallahu A’lam.[]


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *