Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Dia Hukum Makan tanpa Tahu Halal dan Haram Makanan

0

Makanan adalah suatu hal yang diperlukan oleh tubuh. Dalam islam, kita diwajibkan untuk memakan makanan yang halal. Terkadang sebagian muslim dan musliman tidak mengetahui kehalalan atau tidaknya suatu makanan.

Hal itu bisa disebabkan oleh mereka yang hidup di liuar negeri dimana sebagian besar penduduknya didominasi oleh non muslim. Mungkin masalah makan bisa diatasi dengan memasak sendiri makanan yang diinginkan. Namun, tentunya hal ini tidak selalu bisa dilakukan. Apalagi jika tidak memiliki peralatan memasak yang memadai. Akan ada saat dimana Anda harus memakan atau membeli makanan di luar tanpa diketahui halal atau tidaknya.

Bagaimana untuk menyikapi masalah ini?

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari yang bersumber dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu: “Bahwasanya ada suatu kaum yang berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya ada satu kelompok manusia yang datang kepada kami dengan membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas nama Allah ataukah tidak? Maka beliau menjawab : “Sebutlah nama Allah oleh kamu atasnya dan makanlah”. Aisyah menjawab, “Mereka pada saat itu masih baru meninggalkan kekufuran.” (Riwayat Imam Al-Bukhari, Hadits no. 2057)

Hukum-hukum memakan makanan tanpa tau halal dan haram

Ibnu Hajar rahimahullah juga menjelaskan bahwa “segala sesuatu yang diperoleh di pasar kaum muslimin, asalnya halal”. Begitu pula dengan hasil sembelihan mereka karena asalnya namanya muslim sudah paham keharusan membaca ‘bismillah’ saat menyembelih.

Oleh karenanya, Ibnu ‘Abdil Abrr berkata bahwa “sembelihan seorang muslim boleh dimakan dan kita berprasangka baik bahwa ia membaca bismillah ketika menyembelih. Karena kita hendaklah berprasangka yang baik pada setiap muslim sampai jika ada sesuatu yang menyelisihi hal itu”. Demikian disebutkan dalam Fath Al-Baari, 9: 786.

Biasanya suatu makanan halal itu ditandai dengan adanya label halal pada bagian bungkus kemasannya. Tetapi, hal ini belum tentu ditemukan pada makanan yang dijual di pinggir jalan atau rumah makan. Label halal yang disematkan pada produk tersbut haruslah melalui serangkaian proeses dan persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.