Ini Hikmahnya Sakit, Din!

0

Sambil menjenguk Udin, Ujang mewarnai ruang rawat dengan candaan dan obrolan kecil mengenai ‘sakit’ hingga tak terasa ada duka di sana.

“Kenapa aku yang di-opname ya Jang, perasaan kamu yang makan pedas sampai di luar batas cabenya?” kata Udin.

Ujang menjawab, “sabar ya Din, namanya orang sakit gak bisa dipastiin.”

“Yeh, sabar sih sabar, tapi kenapa malah aku yang kena typoid, kenapa enggak kamu gitu loh,” jawab Udin.

“Ya itu namanya enggak sabar, percaya deh, pasti ada hikmahnya Din,” kata Ujang.

“Apa hikmahnya? Banyak yang harus kita keluarin dan banyak juga yang harus dikorbanin buatku,” jawab Udin.

Ujang menjawab, “Hikmahnya kamu udah sebutin sendiri, banyak orang yang jenguk kamu, bawa makanan dan banyak lagi, hehe.”

“Waduh, itu sih berarti senang-senang di atas penderiataan orang lain dong,” Udin bilang.

“Candaa Din, kitu wae ngambek… hikmahnya banyak Din, serius ini aku gak hapal,” kata Ujang.

Jawab Udin. ” Waduh tinggal bilang gak tau aja kenapa?”

“Oh, iyah kalau gak salah sih dosa kita akan diampuni salah satunya karena sakit kita, Din. Eh tunggu deh, coba lihat dulu nih sms dari Ustadzmu, mungkin bisa,” jawab Ujang.

“Oh, ya sudah. Makasih Jang. Kita tinggal nunggu yang bawa makanan ke sini, Ok,” kata Udin.

“OK…hehehe” []

 

Kamu Sedang Offline