Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Isi Nasihat Syaikh Safar Al-Hawali Bikin Kerajaan Saudi Naik Pitam

0

Kerajaan Arab Saudi dilaporkan melakukan penangkapan terhadap Syaikh Safar Al-Hawali (68) dan tiga orang anaknya, Kamis (12/7/18). Hal itu juga dibenarkan oleh sejumlah aktivis Arab Saudi yang menyebut penangkapan tersebut terkait dengan nasihat Syaikh al-Hawali untuk keluarga Kerajaan dan Dewan Ulama Senior Saudi yang tercantum dalam bukunya.

Bahkan, sebagian sumber menyebut pada saat penangkapan Syaikh Al-Hawali dalam kondisi kesehatan yang buruk.

Akun ‘@M3takl’ di Twitter menyebutkan, Syaikh Al-Hawali ditangkap bersama putranya bernama Ibrahim setelah polisi menggeledah rumahnya.

BACA JUGA: Ini Kenapa Salah Tak Rayakan Gol saat Lawan Saudi

Penangkapan disertai intimidasi kepada anak-anak, penyitaan ponsel, dan perangkat elektronik lainnya.

safar, Ini Isi Nasihat Syaikh Safar Al-Hawali Bikin Kerajaan Saudi Naik Pitam
Akun @M3takl merinci penangkapan Syaikh Safar Al-Hawali (Foto: aljazeera)

Akun menambahkan, pemerintah Saudi juga menangkap Abdulrahman dan Abdullah.

Keduanya juga putra dari Syaikh Al-Hawali.

Penangkapan pada sore waktu setempat itu didahului dengan penggeledahan pernikahan salah seorang sepupu mereka di Al-Bahah.

Lebih lanjut, akun tersebut juga menjelaskan soal kondisi buruk Syaikh Al-Hawali (68 tahun).

Penangkapan brutal itu “karena pemerintah Saudi mendengar kalimat yang sebenarnya tak ingin didengar,” imbuhnya.

Beberapa hari sebelumnya, Syaikh menulis sebuah buku dengan 300an halaman.

Buku itu diberi judul “Al-Muslimun wa Al-Hadharah Al-Gharbiyah” (Kaum Muslim dan Peradaban Barat).

Buku itu masih dalam bentuk draf awal yang belum dicetak.

Syaikh, dalam buku itu, mengkritik Pemerintah Saudi yang menggelontorkan dana besar saat kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Riyadh pertengahan tahun lalu.

Buku tersebut juga berisis nasihat bagi para dai, ulama, dan keluarga Kerajaan.

“Kebijakan yang bijaksana harus berdiri pada kekuatan yang terus meningkat yang punya masa depan. Bukan kekuatan yang terus menurun. Setiap pengamat di dunia menyebut bahwa masa depan di tangan Islam, sementara Amerika terus mengalami penurunan dan keterbelakangan,” kata Syaikh Al-Hawali dalam bukunya dikutip dakwatuna.

Al-Hawali menjadi terkenal sebagai pemimpin gerakan Sahwa 25 tahun lalu.

Kelompok ini merupakan faksi salafisme Saudi, yang menaruh kegelisahan akan masuknya demokrasi ke Saudi.

Selain juga mengkritik keluarga kerajaan yang korup, liberalisasi sosial, dan jalinan kerja sama dengan Barat.

Ia pernah di penjara pada tahun 1990an, namun bebas setelah bungkam dari kritiknya.

Setelah invasi AS ke Irak tahun 2003, Al-Hawali mendukung gerakan anti-AS, tapi juga mengecam gerilyawan Islam terhadap orang Barat di Saudi.

BACA JUGA: Dahulu, Jazirah Arab Padang Rumput, Ilmuwan Buktikan Kebenaran Rasulullah

Gerakan Sahwa dilemahkan oleh campuran represi dan kooptasi, tetapi tetap aktif. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.