Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Klarifikasi Pesawat Jenis Boeng 737 MAX 8

0 715

 

 

Sebelum jatuh di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018, pesawat jenis Boeing 737 MAX 8, terbang sejak Jumat, 26 Oktober 2018. Pesawat ini telah menempuh rute dari Denpasar, Bali ke Manado Sulawesi Utara, lalu ke Tianjin, Cina, kembali ke Manado dan Denpasar. Dari Denpasar, pesawat terbang ke Jakarta, lalu dari Jakarta barulah menuju ke Pangkalpinang.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, ada tiga pengecekan pada setiap pesawat milik penerbangannya.

BACA JUGA: Lion Air Jual Tiket Jakarta-Singapura 100 Ribu, Benarkah?

“Pre-flight check, transit check, dan post-fligbt check,” kata dia saat ditemui di pusat krisis keluarga korban di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur.

Menurut Danang, hasil dari ketiga pemeriksaan itu adalah adanya status safe to flight dari teknisi Lion Air. Tanpa itu, penerbangan tidak akan mungkin dilakukan.

Sejumlah penerbangan ini memang mengalami keterlambatan atau delay lantaran adanya sejumlah permasalahan teknis yang dilaporkan oleh pilot. Persoalan itu salah satunya terjadi pada penerbangan dengan nomor JT775 dari Manado ke Jakarta, Minggu, 28 Oktober 2018. “Sesampai di Bali, pesawat ditangani teknisi,” ujar Danang.

BACA JUGA: Banyak Korban Tersapu ke Pesisir, Evakuasi Lion Air Diperpanjang 3 Hari

Selanjutnya, sebelum terbang ke Jakarta pada Minggu malam, kembali, pengecekan dilakukan sehingga pesawat Lion Air mendapat status safe to flight dan diizinkan terbang. []

SUMBER: TEMPO.CO

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline