Menteri Agama RI

Ini Komentar Menteri Agama Terkait Kasus Ahok

INSPIRADATA. Lukman Hakim Saifuddin selaku Kemenag RI melakukan dialog dengan sejumlah tokoh agama di Hotel Novotel, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (16/5). Dalam dialog tersebut ada tokoh agama yang sempat menyinggung soal kasus penistaan agama yang ramai diperbincangkan. Demikian disitat dari Republika, Selasa (16/5/2017).

Karena itu, Lukman terpaksa memaparkan pandangannya terkait kasus yang melibatkan Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu.

“Kasus Jakarta tadi yang ditanyakan. Ini kan belum selesai, belum final putusannya. Karena pihak Pak Ahok masih banding, ya kita tunggu saja proses peradilan tinggi berikutnya,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam dialog tersebut di Novotel, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Selasa (16/5).

Lukman pun mengimbau, kepada masyarakat yang kontra terhadap Ahok jangan terlalu senang dengan vonis Majelis Hakim beberapa waktu lalu. Begitupun dengan yang pro Ahok janga terus-menerus melakukan aksi bakar lilin.

“Yang senang dengan keputusan ini jangan terlalu berlebihan mengungkapkan kesenangannya, kegembirannya. Sebaliknya yang sedih, yang kecewa juga tidak perlu larut dengan kekecewannya apalagi sampai mengerahkan masa sampai berhari-hari,” ucapnya.

Menurut Lukman, kedua belah pihak harus lebih menahan diri dan menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum. Apapun hasilnya, kata dia, kedua belah pihak juga harus terikat dengan kesepakatan untuk menyerahkan prosesnya kepada hukum yang berlaku.

“Maka tidak ada pilihan kita harus taati dan hormati apapun leputusan hukuman itu. Jadi itu pandangan saya,” kata Alumnus Pondok Pesantren Gontor tersebut. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *