Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Negara-negara Pembuat Kebijakan Makanan

0

Di masa kini, fast food atau makanan cepat saji sudah biasa dikonsumsi jutaan orang di seluruh dunia setiap harinya. Selain harganya terjangkau, praktis, dan dianggap memenuhi kebutuhan nutrisi.

Seperti namanya, fast food atau makanan cepat saji, memang disiapkan dalam waktu yang cepat. Hal ini seperti menyesuaikan dengan gerak sebagian populasi manusia yang serba cepat. Semua berburu waktu. Begitu juga untuk urusan makan

Namun, sudah menjadi rahasia umum bahwa fast food bukanlah makanan yang sehat jika dikonsumsi terus menerus.

Berikut ini adalah Negara-negara yang mulai memerangi fast food karena kebijakan menjaga kebijakan masyarakatnya.

BACA JUGA: Meski Lezat, 4 Makanan Ini Sebabkan Penuaan Dini

1. Amerika Serikat

Dua pertiga orang Amerika mengalami obesitas dan New York telah menjadi negara bagian di AS yang memimpin upaya pembatasan jumalh konsumsi gula dan makanan cepat saji.

Tiga tahun yang lalu, administrator kota memperkenalkan peraturan Soda Ban untuk melarang penjualan minuman ringan dengan volume gula 16 ons.

Sayangnya aturan ini terbatas dalam ruang lingkupnya. Aturan ini tidak termasuk jenis minuman dan minuman tertentu yang dijual di tempat-tempat seperti di 7-11 atau minimarket.

2. Norwegia

Norwegia serius menerapkan kebijakan ‘berperang’ dengan fast food. Caranya dengan mengenakan pajak pada minuman manis, makanan cepat saji dan membatasi ketersediaannya untuk anak-anak.

Pada tahun 2013, industri dan pemerintah menyetujui larangan yang diatur sendiri pada semua pemasaran makanan dan minuman yang tidak sehat kepada anak-anak di bawah usia 16 tahun.

Negara Skandinavia telah melakukan hal ini selama beberapa dekade guna menjaga lingkar pinggang warganya agar tetap terkendali dan mengendalikan konsumsi gula dan garam yang berlebihan di seluruh dunia.

BACA JUGA: 5 Makanan Ini Ampuh Hilangkan Stres

3. Jepang

Dipicu oleh ledakan konsumsi junk food, negara Jepang memberlakukan hukuman keras pada perusahaan dan otoritas sipil jika mereka gagal memenuhi target yang telah ditetapkan.

Sudah sejak 2008, untuk menjaga kesehatan warganya, Jepang memperkenalkan pajak baru bernama Metabo yang berupaya.

Berkat undang-undang ini, angka obesitas turun menjadi hampir 3,5 persen, salah satu level terendah di dunia.

4. Australia

Data di Australia menunjukkan hampir dua pertiga warganya kelebihan berat badan dan lebih dari seperlima memiliki berat disertai darah tinggi.

Koalisi Kebijakan Obesitas Australia telah menyerukan pengenaan pajak lemak pada sejumlah makanan yang tidak sehat, termasuk junk food.

Untuk mendukung langkah-langkah ini, pedoman diet baru diterbitkan oleh administrator. Pedoman ini memaksa masyarakat untuk makan lebih sehat.

BACA JUGA: Makanan Ini Bikin Wajah Jerawatan, Masa Sih?

5. Prancis

Pada 19 Maret 2014, sebuah laporan dikeluarkan pemerintah Perancis untuk menyerang industri makanan cepat saji, dan mendorong pajak yang curam untuk membatasi konsumsinya.

Empat tahun lalu, Prancis memberlakukan pajak atas minuman manis yang membuat penjualannya menurun.

Untuk membatasi kenaikan tingkat obesitas dan penyakit kardiovaskular, laporan itu merekomendasikan pengenaan pajak 20 persen untuk minuman ringan. []

SUMBER: LIPUTAN 6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.