Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Nilai Ilmu bagi An-Nasa’i

0

Mengenai pembelajaran tentang ilmu, ada suatu kisah yang menunjukkan pada kecintaannya terhadap ilmu, sebab ilmu akan senantiasa mengiringi seorang manusia sampai akhir hayatnya. Suatu ketika Al-Kisa’i mendatangi suatu kaum, dalam keadaan letih juga lelah.

Maka dia pun berkata kepada orang-orang di sana, “Qad ‘ayitu (maksudnya, aku lelah).”

BACA JUGA: Al-Qur’an sebagai Penuntun Ilmu Pengetahuan

Lalu mereka pun berkata, “Engkau akan mengadakan majelis dengan kami, sedangkan engkau sendiri salah dalam berbicara?!”

Maksudnya, salah dalam hal nahwu dan perkataan.

Al-Kisa’i bertanya, “Bagaimana aku salah?”

Mereka berkata kepadanya, “Jika engkau ingin mengatakan lelah, maka katakanlah, A’yitu. Namun jika engkau ingin mengatakan berhenti dari tipu daya dan kebingungan, maka katakanlah, ‘Ayitu,”

Maka Al-Kisa’i marah dan tidak suka dengan hal itu, dia pun langsung berdiri dan bertanya tentang orang yang mengajarkan ilmu nahwu. Lalu orang-orang menunjukkannya kepada salah seorang guru nahwu yang bernama Mu’adz Al-Farra’.

BACA JUGA: Nasihat Imam Syafi’i Tentang Ilmu

Dia pun mengikutinya dan belajar darinya. Kemudian ketika dia pergi ke Bashrah, dia bertemu dengan Al-Khalil bin Ahmad dan belajar darinya. Tidak cukup dengan Khalil saja, akan tetapi dia pun pergi ke padang sahara Hijaz dan mempelajari dasar-dasar ilmu nahwu di sana.

Demikianlah nilai ilmu bagi Al-Kisa’i. Ketika dia merasa bahwa dirinya lemah dalam bidang bahasa dan nahwu, maka dia pun langsung pergi ke semua tempat yang dapat membantunya untuk mewujudkan tujuannya. Maka, buahnya pun menjadi ranum ketika Al-Kisa’i telah meniadi salah seorang dari para pahlawan Al-Qur’an. []

Sumber: Kisah Para Tabiin, Oleh: Syaikh Abdul Mun’im Al-Hasyimi, Ummu Qura


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline