hukum karma, pandangan islam
Foto: pgvn

Ini Pandangan Islam Mengenai Hukum Karma

Istilah karma berasal dari ajaran agama Budha dan Hindu. Arti sederhananya ialah segala perbuatan yang dilakukan akan memiliki akibat pada pelaku di masa selanjutnya.

Tindakan buruk ini akan berakibat keburukan di masa datang. Perilaku baik akan berakibat kebaikan.

BACA JUGA: Tersesat di Tanah Suci karena Dosa?

Hukum karma dakam agama Budha juga berkaitan dengan reinkarnasi-penitisan kehidupan seseorang yang seudah mati pada orang lain yang masih hidup.

Artinya, nasib yang dialami saat ini sebagai akibat dari kehidupan (orang lain) di masa lalu. Dan perilaku sekarang akan berakibat pada kehidupan (orang lain) selanjutnya.

Sementara itu, dalam Islam, reinkarnasi tidak dikenal. Manusia hidup di dunia hanya sekali. Dan setiap orang bertanggung jawab dan memikul akibat dari apa yang dia lakukan sendiri.

Dalam Q.S An-Najm 53: 39-41 Allah berfirman, “Bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Bahwasannya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”

Lalu, bagaimana mengenai karma? Apa pandangan Islam mengenai hal ini?

Pertama, tidak dibenarkan jika memastikan hukum sebab akibat dengan sebab yang pasti atau tertentu.

Misalnya, saat ada orang yang sakit parah maka seseorang yang menjenguknya berkata, “Engkau kena karma, akibat dari perbuatan mencurimu dulu, sekarang engkau sakit parah.”

Ini termasuk menebak hal yang ghaib. sebab darimana ia tahu bahwa penyebab sakit parah adalah karena dosa mencuri. Bukankah masih ada dosa yang jauh lebih besar yang kemungkinan dikerjakannya.

BACA JUGA: Ketika Dosa Menjadi Sebuah Panutan

“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (An-Naml: 65)

Kedua, tidak dibenarkan ajaran reinkarnasi. Sudah dijelaskan sebelumnya, jika reinkarnasi tidak ada dalam Islam.

Wallahu a’lam bisshowab. []

SUMBER: ALKHOIROT | MUSLIM


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *