Film Pengkhianatan G 30 S PKI

Ini Penelitian Kenapa PKI Punya Banyak Pengikut Tahun ’60-an

Sebuah diskusi menarik tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) telah digelar di Sekretariat Syarikat Indonesia di Yogyakarta, Jumat, (22/09/2017).

Dalam diskusi yang bertema “Jalan Sunyi Penyintas Genosida” itu, Ngatiyar, aktivis LSM Mitra Wacana, memaparkan mengapa PKI mempunyai banyak pengikut pada 1960-an.

Ngatiyar yang pernah melakukan riset di sebuah desa di Jawa Tengah pada 2009 dan 2013 untuk tesis S-2 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menemukan beberapa alasannya. “Faktor kepemimpinan desa mendukung wilayahnya meraih suara terbanyak,” kata Ngatiyar.

Ngatiyar mencontohkan, desa yang menjadi lokasi risetnya mempunyai luas seperempat dari luas kecamatan. Ada tujuh desa dalam kecamatan di sana. Sebanyak 80 persen warga di desa itu menjadi simpatisan PKI. “Karisma terbangun dari kekuasaan seseorang di daerahnya,” kata Ngatiyar.

Faktor kedua adalah bahasa simbolik yang menarik dari keberadaan simbol palu dan arit yang dimiliki PKI. Ngatiyar pun meyakini, hingga hari ini, simbol PKI tersebut dinilai paling menarik dari simbol-simbol yang dimilik partai-partai politik di Indonesia.

“Saya tanya, mengapa warga di sana lebih memilih PKI? Bukan PNI atau NU?” kata Ngatiyar.

Alasan warga, simbol kerbau pada PNI menunjukkan borjuasi. Maksudnya, meski kerbau digunakan untuk membajak sawah, kerbau hanya dimiliki priyayi atau orang-orang kaya di desa.

Sedangkan simbol NU berupa tali jagat sulit dipahami warga awam. “Kalau palu dan arit itu setiap ke ladang, ke sawah dibawa,” kata Ngatiyar.

Sumber: Tempo


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *