bolehkah mengharapkan kematian
Foto: Brilio

Ini Penelitian Mengenai ‘La Tahzan’!

Ini sebuah penelitian mengenai la tahzan, bahwa seseorang yang merasa kesedihan mendalam karena ditinggal mati orang yang dicintainya, sehari pertama meningkatkan risiko serangan jantung sampai 21 kali lipat, dan seminggu kemudian menjadi 8 kali di atas normal.

Ahli epidemologi Elizabeh Mostofsky menyatakan bahwa, duka cita, kesedihan, kecemasan, dan kemarahan terbukti dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan perubahan darah membeku, yang semuanya menyebabkan serangan jantung.

Di samping itu, kesedihan yang diiringi tangisan dapat menciptakan ketidakharmonisan di paru-paru. Akibat lainnya, dapat menghambat peredaran energi ke seluruh tubuh dan mengganggu pernafasan.

Kemudian, stres jangka panjang juga bisa memicu paparan koristol (hormon stres) dapat menyebabkan jantungan, gugup masalah metabolisme, masalah kekebalan tubuh, dan lain-lain gejala penyakit yang terkait.

BACA JUGA
Jangan Sedih. Tanyalah Dirimu Tentang Hari Ini, Kemarin, dan Esok!
Sedihnya Minggu Ini

Para peneliti dari Universitas Utrecht, Belanda memperkirakan bahwa emosi negatif akan meningkatkan rasa sakit pada wanita yang menderita fibromygalia, yaitu kondisi yang menyebabkan nyeri konstan.

Dari rasa sakit yang konstan tersebut, peneliti dapat langsung menguji pengaruh kesedihan dan kemarahan terhadap nyeri. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesedihan dan kemarahan akan membuat rasa sakit terasa lebih menyakitkan bagi semua orang. []

Referensi:
Soebachman, A. Adiba. 2013. 36 Kultum La Tahzan. Yogyakarta: Syura Media Utama


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *