Ilustrasi Perjalanan Dagang

Ini Pengalaman Rasulullah dalam Berdagang

INSPIRADATA. Sang Suri Tauladan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selain panutan bagi seluruh umat Islam di dunia. Beliau juga merupakan pedagang ulung, Beliau hidup di tengah keluarga pedagang membuatnya terlibat dalam aktivitas perdagangan sejak belia. Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfurry dalam Sirah Nabawiyyah menyebutkan, saat itu usia nabi baru bekisar 12 tahun. Demikian disitat Republika, Selasa (16/5/2017).

Rasulullah berdagang bersama pamannya, Abu Thalib. Inilah perjalanan dagang pertama Rasulullah sampai akhirnya bertemu dengan salah seorang rahib Nasrani yang menyadari bahwa Nabi Muhammad adalah bakal utusan Allah yang terakhir.

Rasulullah mulai berdagang secara mandiri ketika Beliau mencapai usia remaja. Rekan Rasul dalam berdagang ialah As-Saib bin Abus-Saib, Saib juga merupakan rekan terbaik Rasulullah dalam berdagang. Al Mubarakfury menyebutkan, dalam berdagang, nabi dikenal dengan setinggi-tingginya nilai amanah, nilai kejujuran, dan sikap menjaga kehormatan diri. Inilah karakternya di segenap sisi kehidupannya, hingga diberi gelar al-Amin.

Kegiatan berdagang Rasulullah pun tidak main-main. Beliau banyak terlibat dalam arus perdagangan internasional kala itu. Di usianya yang menginjak 17 tahun, Rasulullah sudah memimpin ekspedisi perdagangan dengan berkeliling dari satu negara ke negara lainnya. Afzalur Rahman dalam buku Muhammad A Trader mengatakan bahwa reputasi Rasulullah sebagai pedagang ulung diakui di beberapa negara.

Negara tersebut diantaranya Yaman, Syiria, Yordania, Irak, Basrah, dan kota-kota perdagangan lainnya di jazirah Arab. Afzalur Rahman juga mencatat, dalam ekspedisi perdagangannya Muhammad telah mengarungi 17 negara ketika itu, sebuah aktivitas perdagangan yang luar biasa.

Kesuksesan Rasulullah sebagai pedagang pun sempat diketahui oleh Ummul Mukminin Khadijah. Sebelum menikah dengan Khadijah, Rasulullah merupakan partner bisnis Khadijah. Buku Khadijah: The True Love Story of Muhammad mengkisahkan, suatu hari Khadijah mendengar kabar tentang pemuda yang sangat terpercaya di kalangan Arab, dialah Rasulullah Muhammad. Tertarik menjadikan pemuda itu karyawannya, Khadijah pun memanggilnya. Muhammad pun menerima tawaran Khadijah dengan senang hati.

Khadijah pun mengirim Rasulullah sebagai pemimpin kafilah dagang ke negeri Syam. Perjalanan Rasulullah ditemani oleh salah satu orang kepercayaan Khadijah, yaitu Maysarah. Menurut kesaksian Maysarah, ketika dalam perjalanan ia melihat awan yang selalu melindungi Rasulullah dari teriknya panas matahari. Tak hanya itu, di tangan Rasulullah pun hasil perdagangan meningkat. Tak pelak, bisnis Khadijah bersama Rasulullah pun semakin besar di negeri Syam.

Profesi Rasulullah sebagai pedagang pun berlanjut sampai Ia diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah di usia yang ke 40. Muhammad Sulaiman PhD dan Aizuddinur Zakaria dalam Jejak Bisnis Rasul mencatat pengalaman kerja Rasulullah sebagai berikut.

Usia delapan sampai 12 tahun menggembala domba, usia 12 tahun ikut berdagang ke negeri Syam dengan rombongan pamannya, Abu Thalib. Usia 25 tahun, menjadi pengelola perdagangan Siti Khadijah yang berangkat ke negeri Syam. Usia 40-63 menjadi rasul. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *