Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Perbedaan Iran Sebelum dan Sesudah Revolusi Tahun 1979 (1)

0

Revolusi aliran Islam -salah satu peristiwa penting Abad ke-20- pada tanggal 11 Februari 1979 menjatuhkan penguasa Iran. Saat itu Iran dipimpin oleh Mohammad Reza Pahlavi.

Kini sampai pada tahun 2019, banyak perubahan yang terjadi di Iran. Berikut perbedaannya.

BACA JUGA: Iran Rancang Bahan Bakar Nuklir

1. Lonjakan Penduduk

Terdapat 36 juta orang hidup di Iran. Saat itu seorang ulama Syiah yang hidup dalam pengasingan di Paris, Ayatollah Ruhollah Khomeini, tiba di ibu kota Teheran untuk memimpin revolusi pada tahun 1979.

Penduduknya telah berlipat dua lebih sejak saat itu – sekarang mencapai angka 81 juta orang.

Desakan yang dilakukan Ayatollah Khomeini untuk dihasilkannya generasi Muslim Syiah baru mendukung pertumbuhan ini. Benar saja, Negara itu langsung mengalami lonjakan kelahiran bayi setelah revolusi.

Akhir tahun 1980-an, pemerintah telah menghabiskan dana untuk membiayai perang dengan Irak (1980-1988). Ada kebijakan yang berubah dan progarm keluarga berencana pun diterapkan untuk membantu menghentikan pertumbuhan penduduk.

Tapi, setelah itu muncul kekhawatiran akan pengaruh penduduk yang menua dan keamanan nasional. Sehingga pemerintah pada tahun 2010 kembali mendorong penduduk untuk memiliki lebih banyak anak.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad melarang program keluarga berencana. Ia bahkan mengecam kebijakan keluarga berencana dan pemerintah.

Pertumbuhan penduduk pun berpusat di kota-kota utama.

Sampai di tahun 1980-an, hanya terdapat dua kota dengan lebih dari satu juta penduduk; sekarang ada tujuh kota.

Tak heran, ibu kota negara, mengalami lonjakan penduduk dari sekitar lima juta di tahun 1970-an menjadi 7,5 juta di tahun 1980-an setelah perang Iran-Irak. Saat ini, mencapai lebih 12 juta orang tinggal di sana.

2. Ekonomi Menyusut

Sumber daya negara terpengaruh oleh pertumbuhan penduduk Iran, akibat perang dan sanksi dunia.

Iran bergantung pada ekspor minyak. Dalam 40 tahun terakhir  Iran mengalami penurunan kondisi kehidupan.

PDB-nya turun dari US$10.200 atau Rp143 juta di tahun 1976 menjadi US$6.900 atau Rp97 juta di tahun 2017.

BACA JUGA: Ini Perbedaan Iran Sebelum dan Sesudah Revolusi Tahun 1979 (2)

Harga komoditi dikaitkan dengan upah mengalami penurunan.

Pada tahun 1978, upah minimum membuat penduduk mampu membeli 74 kg daging merah. Upah minimum saat ini hanya dapat memberikan 10 kg.

Masalah pengangguran, perkiraan  Bank Dunia, tingkat pengangguran generasi muda adalah 30% pada tahun 2018. []

SUMBER: VIVA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline