Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Sederet Negara yang Pernah Mengganti Nama Ibukotanya

0

Awal pekan lalu, ibu kota Kazakhstan berganti nama, dari Astana menjadi Nursultan. Nama baru tersebut diambil dari nama mantan Presisen negeri tersebut yang mengundurkan diri pada Selasa (19/3/2019). 

Dialah Nursultan Nazarbayev, pemimpin era Soviet terakhir yang tersisa di dunia. Pria berusia 78 tahun itu memerintah Kazakhstan selama 30 tahun, sejak negara itu memperoleh kemerdekaan setelah runtuhnya Uni Soviet.

BACA JUGA: Masjid Huajie, Pusat Aktivitas Muslim di Barat Ibukota Cina

Namanya kemudian diabadikan menjadi nama baru Ibukota Kazakhstan sebagai bentuk penghormatan atas kepemimpinannya di negara kecil nan futuristik itu.

Rupanya, tak hanya Kazakhstan. Beberapa negara lain pun pernah mengalami pergantian nama ibukota dengan mengadaptasi nama tokoh besar di negaranya.

BACA JUGA: Ini Keutamaan Kota Suci Kedua Umat Islam

Dikutip dari BBC, berikut ini sederet negara yang mengadaptasi nama tokoh menjadi nama ibukota di negaranya:

1 Amerika Serikat (AS)

Washington DC, ibukota Amerika Serikat (AS) diadaptasi dari nama presiden pertamanya yakni George Washington, pada 1791.

Nama Presiden Washington juga diabadikan pada sejumlah kota kecil, benteng, dan beberapa puncak gunung.

Adapun nama Amerika Serikat (AS) diambil dari nama penjelajah Amerigo Vespucci.

2 Beberapa negara di Afrika

Ibu kota Liberia, Monrovia, berasal dari nama Presiden AS James Monroe—pendukung kuat pengiriman budak yang dibebaskan kembali ke Afrika.

Permukiman yang didirikan oleh mantan budak dari Amerika dan Karibia diberi nama Liberia, negara republik tertua di Afrika.

3 Australia dan Selandia Baru

Warga Selandia Baru juga menamai kotanya untuk menghormati seorang negarawan. Wellington, kota besar kedua di Selandia Baru yang menjadi pusat pemerintahan, mendapatkan namanya pada 1840 dari Duke of Wellington pertama, sebagai pengakuan atas dukungan Duke Inggris untuk kolonisasi pulau itu.

4 Negara di Asia

Vietnam, mengubah nama ibukotanya, Saigon menjadi Ho Chi Minh pada puncak perjuangan melawan penjajahan.

Pada 1975, pada akhir perang Vietnam, ibu kota Saigon saat itu jatuh ke Vietnam Utara yang komunis. Setahun kemudian, kota itu mendapatkan nama baru untuk menghormati pemimpin revolusioner Ho Chi Minh.

5 Rusia

Pada 1924, lima hari setelah kematian Vladimir Lenin, Kota Petrograd diubah namanya menjadi Leningrad oleh pemerintah Soviet untuk menghormati kaum revolusioner Rusia.

Namun pada 1991, ketika Uni Soviet berakhir, nama kota itu kembali diubah. Penduduk memilih untuk menyebut kota itu seperti yang dikenal sebelum Perang Dunia I, yaitu St Petersburg.

Ada kota lain di Rusia yang namanya diubah. Kota Volgograd pernah berganti nama sebanyak dua kali  selama masa Soviet.

Awalnya pada 1925, Tsaritsyn, sebuah pelabuhan sungai di Volga, dinamai sesuai nama Joseph Stalin, yang memimpin pasukan Bolshevik di sana selama Perang Saudara Rusia. Namun pada 1961, setelah kematian Stalin, pemimpin Soviet Khrushchev mengubah nama kota itu lagi dari Stalingrad menjadi Volgograd (Kota Volga).

6 Turki

Legenda menyatakan bahwa kota Yunani, Byzantium, dibangun di tepi Selat Bosporus sekitar abad ke-7 SM, dinamai sesuai dengan raja yang disebut Byzas. Namun kemudian datanglah Kaisar Constantine pada abad ke-4 M, dan kota itu kemudian disebut Konstantinopel, Kota Constantine.

Setelah kota itu jatuh di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman, orang Turki menyebutnya Istanbul.

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline