Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Tiga Kesalahan Khashoggi “di Mata” Saudi

0 1.245

Kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi (59) menjadi perhatian masyarakat internasional. Kerajaan Arab Saudi mengakui Khashoggi dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober 2018.

Sebab dari pembunuhan Khashoggi dan keberadaan jasadnya sampai sekarang masih misteri. Yang diketahui publik, khususnya Arab Saudi, Khashoggi sering mengkritik Riyadh melalui tulisan-tulisannya.

BACA JUGA: Raja Salman Buka Suara Soal Kasus Khashoggi

Berikut dugaan daftar ‘kesalahan’ Khashoggi versi pemerintah Arab Saudi:

1. Dianggap sebagai musuh negara dan seorang anggota Ikhwanul Muslimin

Dikutip dari edition.cnn.com, tuduhan ini telah diketahui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, namun dia mengesampingkan dugaan ini.

Menurutnya, pembunuhan terhadap Khashoggi adalah kejahatan yang tak bisa diterima dan sangat mengerikan. Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan tegas menyangkal tuduhan tahu rencana pembunuhan terhadap Khashoggi atau bahkan sebagai pihak yang melakukan eksekusi.

2. Pernah mengkritik Trump

Dikutip dari businessinsider.sg, Khashoggi dilarang menulis dan tampil dimuka publik oleh keluarga Kerajaan Arab Saudi setelah dia mengkritik Presiden Trump pada akhir 2016. Arab Saudi dan Amerika Serikat saling bersekutu.

Tak lama setelah larangan itu muncul, Khashoggi pun mengasingkan diri ke Virginia, AS menggunakan green card. Dia memilih mengasingkan diri agar bisa terus menulis. Di Amerika Serikat, dia rutin menulis kolom di surat kabar Washington Post dan mengkritik kebijakan-kebijakan Kerajaan Arab Saudi dari jauh.

3. Tulisannya sering mengkritik Saudi

Sebelum dibunuh, Khashoggi dalam program UpFront yang ditayangkan oleh Al-Jazeera mengatakan, tidak ada ruang untuk berdebat di Arab Saudi dengan para intelektual dan wartawan yang mempertanyakan kebijakan-kebijakan Kerajaan Arab Saudi.

“Intelektual Arab Saudi dan wartawan dijebloskan ke penjara. Sekarang, tak ada seorang pun yang berani bicara ke publik dan mengkritik reformasi yang diinisiasi oleh Putra Mahkota. Padahal akan lebih baginya memberikan ruang kritik bagi para intelektual Arab Saudi, penulis dan media untuk melakukan debat,” ujar Khashoggi.

BACA JUGA: Keluarga Kerajaan Saudi Tak Boleh Diusik soal Khashoggi

Dalang pembunuh Khashoggi sampai Senin, 26 November 2018, masih belum terungkap. Kasus ini telah membuat Denmark dan Jerman menghentikan sementara pengiriman senjata api ke Arab Saudi. []

SUMBER: TEMPO

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline