Unik, Informatif , Inspiratif

Hakim: Ini Upah untuk si Kikir dan Pembelah Kayu

0

Seorang kikir dan terkenal akan kekikirannya tengah mempekerjakan seorang pembelah kayu, dengan upah yang telah disepakati bersama.

Setelah sekian waktu berfikir, sang kikir merasa bahwa upah yang akan diberikannya tersebut terlalu tinggi, sehingga dia berusaha untuk menguranginya.

Setiap kali si pembelah kayu mengayunkan kapaknya, sang kikir berteriak,

“Hoa..!”

Setelah pekerjaan selesai, sang kikir menyerahkan separo upahnya dengan alasan bahwa dia juga membentu pekerjaannya dengan teriakan-teriakannya itu.

Pantas saja si pembelah kayu tidak dapat menerimanya. sang pembelah melaporkan perkara tersebut kepada hakim.

Hakim yang bijaksana minta seluruh upah untuk dibagi. Uang tersebut satu persatu diletakkan di atas meja.

Sang hakim lalu berkata, “uang ini untuk pembelah kayu, dan suara gemerincingnya untuk pemberi upah.”

Dengan sikap bijaksana hakim, maka selesailah semua urusan. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.