Unik, Informatif , Inspiratif

Ini Video Ekspedisi Pertama dan Terakhir Interaksi dengan Suku Pedalaman India

0 3.453

Suku misterius di Pulau Sentinel Utara, kepulauan Andaman, wilayah India sempat menggemparkan publik setelah memanah mati seorang missionaris AS.

Dalam pemberitaan, upaya untuk menjalin jaringan dengan suku tersebut telah dilakukan hampir 20 tahun. Namun, tak pernah berhasil.

BACA JUGA: Turis Amerika Tewas Dibunuh Suku Pedalaman India

Tapi, pengecualian untuk momen yang terjadi pada 4 Januari 1991, ketika untuk pertama kali sekaligus terakhir tim ekspedisi dari dari India berhasil berinteraksi dengan beberapa orang dari komunitas paling tertutup di dunia itu.

Triloknath Pandit, seorang antroplog terkemuka asal India memberanikan diri bersama timnya untuk mendekati Pulau Sentinel Utara, dengan membawa beberapa “perlengkapan hadiah” berupa beberapa hasil Bumi, yang kemudian bisa dijadikan daya tawar untuk berbicara dengan suku misterius di sana.

Dalam sebuah wawancara setelah ekspedisi berakhir, Pandit berujar:

“Mereka secara sukarela maju untuk menemui kami, dan itu tidak bisa dipercaya. Mereka harus mengambil keputusan bahwa waktunya telah tiba. Itu tidak mungkin terjadi secara mendadak.”

BACA JUGA: Thanaka, Pasta Tabir Surya Tradisional ala Suku Rohingya

Pandhit meceritakan, selama timnya merekam video momen bersejarah itu, dirinya berada sangat dekat dengan orang-orang yang berjalan dengan ragu ke arah kapal.

Dokumentasi rapi yang dimiliki oleh Pandhit berhasil memukau publik dunia, yang menyebutnya sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam ilmu antropologi.

BACA JUGA: 3 Suku Asal Indonesia Ini Paling Disegani di Luar Negeri

Atas hal tersebut pula, pada September 1991, pemerintah India menambahkan zona eksklusif sejauh lima kilometer di sekitar Pulau Sentinel Utara, yang merupakan amandemen ketentuan Perlindungan Suku Aborigin di Andaman dan Nikobar (ANPATR) terbitan tahun 1956.

Pembentukan zona ini dianggap sebagai cara proaktif untuk mencegah nelayan, pemburu dan wisatawan dari mengunjungi pulau itu, meski beberapa ahli tetap skeptis. []

SUMBER: LIPUTAN6

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline