hamba
Foto: purpleponyprincess - DeviantArt

Ini yang Dilakukan Allah Kepada Hamba yang Dicintainya

Sebagai Muslim kita pasti tahu bahwa manusia akan diuji sesuai dengan kadar kemampuannya. Namun manusia mempunyai cara berbeda dalam menyikapi setiap cobaan yang diberikan Allah Subhanallahu Wata’ala. Ada yang sabar ketika mendapatkan cobaan, ada juga yang merasa tidak sanggup.

Lalu apa tujuan Allah memberikan cobaan pada hambanya? Ternyata ujian yang Allah berikan kepada manusia adalah bentuk cinta-Nya kepada hambanya.

Rasulullah Salallahualaihi Wasallam bersabda,

إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ

“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji,” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).

Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أشد الناس بلاء الأنبياء, ثم الصالحون, ثم الأمثل فالأمثل

“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya,” (HR. Ahmad, 3/78, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 995).

Ujian yang menimpa orang-orang yang Allah cintai, itu dalam rangka mensucikannya, dan mengangkat derajatnya, sehingga mereka menjadi teladan bagi yang lainnya dan bisa bersabar.

Oleh karena itu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya.”

Dalam riwayat lain,

الصالحون, ثم الأمثل فالأمثل يبتلى المرء على قدر دينِهم

“…kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya, mereka diuji sesuai dengan kualitas agama mereka.”

Jika ia orang yang sangat tegar dalam beragama, semakin berat ujiannya. Oleh karena itu Allah memberikan ujian kepada para Nabi dengan ujian yang berat-berat. Intinya, setiap ujian yang berat yang dialami orang yang beriman dan bertaqwa tentu akan sesuai dengan kadar iman dan taqwanya. []

Sumber: muslim.or.id

 


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *