tabiat manusia
Foto: Pexels

Inilah 10 Amalan yang Mendatangkan Cinta dari Allah

Hampir semua orang pasti ingin mendapatkan cinta dari sesama manusia. Entah cinta dari keluarganya, sahabatnya ataupun pasangannya. Bahkan terkadang karena ingin sekali mendapatkan cinta dari sesama manusia, seseorang rela melakukan apa saja demi mendatangkan cinta tersebut.

Namun, pernahkah Anda melakukan sesuatu untuk mendapatkan cinta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala? Siapapun pasti ingin mendapatkan cinta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lantas, apa yang sudah kita lakukan untuk mendatangkan cinta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Ketika kita rela melakukan apa saja demi mendapatkan cinta dari sesama manusia, apa yang sudah kita lakukan untuk mendatangkan cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita? Berbicara soal cinta dari Allah, Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan cinta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, di antaranya:

  1. Membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Bukan hanya membaca Al-Qur’an. Akan tetapi seseorang harus memahami isi dari ayat Al Quran itu.

  2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

  3. Terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

  4. Lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

  5. Merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali.

Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

  1. Memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

  2. Inilah yang begitu istimewa yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

  3. Menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

  4. Duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

  5. Menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala. []

Sumber: rumaysho


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *