Unik, Informatif , Inspiratif

Inilah 3 Fakta Peluru Nyasar ke Gedung DPR

0

Kasus peluru nyasar di Gedung DPR masih terus bergulir. Usai ditemukan di dua ruangan milik anggota dewan dari Fraksi Gerindra dan Golkar, di hari berikutnya polisi kembali menemukan bekas peluru di ruangan kerja anggota dewan dari Fraksi PAN serta Demokrat, Totok Daryanto dan Vivi Jayabaya. 

Adanya insiden ini, ada usulan untuk melindungi para anggota DPR dari desingan peluru nyasar dengan kaca antipeluru pun muncul kepermukaan.

Ternyata, bekas tembakan peluru tidak hanya berhenti sampai di empat ruangan anggota dewan yang terhormat. Rabu, 17 Oktober 2018, peluru nyasar ke lima kembali ditemukan. Berikut fakta-faktanya:

1. Ruang Kerja Khatibul Umam Wiranu

Ruang kerja nomor 915 milik Khatibul Umam Wiranu dari Fraksi Demokrat menjadi sasaran kelima peluru nyasar. Posisinya di dalam lemari membuat proyektil tersebut tak terlihat saat sweeping dilakukan.

“Setelah dikeluarkan dari lemari, ternyata peluru nyasar itu juga memiliki kaliber 9 milimeter,” kata Staf Ahli Khatibul, Nur Rainy.

BACA JUGA: Bukan Kaca Anti Peluru, Bamsoet Minta Gedung DPR Dilapisi Kaca Film Anti Peluru

2. Diprediksi 16 Peluru Masih Bersarang

Sejak Senin, 15 Oktober 2018, total lima proyektil peluru sudah ditemukan. Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah.

“Senjata Glock yang dipakai para tersangka kasus peluru nyasar berisikan 16 butir peluru. Jadi sekali isi bisa sampai 16 butir,” kata Ulung saat dihubungi merdeka.com, Rabu (17/10/2018).

3. Sanski Perbakin

Sebelumnya, IAW dan RMY, pelaku penembakan di Gedung Nusantara 1 Jakarta diduga kuat merupakan anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Tangerang Selatan yang sedang berlatih di Lapangan Tembak Senayan.

BACA JUGA: Sepakat, Erdogan dan Putin Bentuk Zona Bebas Senjata di Idlib

Namun, belakangan semua itu dibantah oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afint dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.

“I (IAW) dan R (RMY) belum jadi anggota Perbakin,” ujar Nico.

Mereka PNS di Kemenhub dan tidak memiliki izin kepemilikan senjata api.

Kini sanksi tegas akan diberikan anggota Perbakin berinisial AG. Dialah pemilik senjata yang meminjamkan Glock 17 dengan kaliber 9 milimeter kepada IAW dan RMY untuk latihan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto yang juga menjabat sebagai Ketua Perbakin DKI Jakarta mengungkapkan alasan sanksi tersebut dijatuhkan. AG tidak mendampingi para tersangka saat latihan menembak. []

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.