Foto: Muslimgirl.com

Inilah 4 Pertanyaan Aneh Kepada Hijaber di Negara Non Muslim

Melihat wanita yang mengenakan hijab di negara mayoritas Muslim seperti di kita mungkin sudah biasa.

Namun bagaimana dengan negara non Muslim? Apalagi dengan maraknya isu Islamophobia di banyak negara. Apakah seorang wanita yang mengenakan hijab akan terlihat aneh oleh mereka?

Dikutip dari muslimgirl.com, terdapat beberapa pertanyaan aneh yang sering dilontarkan masyarakat di negara non muslim kepada para pengguna hijab.

Mereka ditanya mengenai bagaimana kesulitan yang dirasakan karena memakai hijab.

Berikut ini 5 pertanyaan teraneh yang dilontarkan kepada seorang penulis muslimgirl.com tentang hijab dengan jawaban terbaiknya.

1. Apakah boleh memakai hoodie diatas hijab?

Jawaban : Tentu saja boleh. Saya sering menambahkan hodie diatas hijab saya, terutama disaat musim dingin. Kadang itu juga terlihat keren!

2. Bagaimana kamu bisa memakai pakaian sangat tertutup disaat orang lain ingin kulitmereka menjadi coklat? Apakah kamu ingin wajahmu saja yang menjadi coklat?

Jawaban : Karena setiap wanita Muslim diwajibkan untuk menutup auratnya mengenakan Hijab, saya sudah merasa sangat cantik mengenakan hijab tanpa harus membuat kulit saya menjadi coklat

3. Apakah kamu memiliki telinga?

Jawaban : Apakah saya terlihat seperti mendengarkan bicaramu melalui lubang hidung? Apakah saya semacam alien? Tentu saja saya punya telinga.

4. Apakah kamu tidur mengenakan Hijab?

Jawaban : Jika saya tidur di tempat umum ya. Namun jika dirumah saya menanggalkanya.

Berada dimanapun tidak membatasi seorang wanita muslim untuk tetap memakai hijab dan istqomah.  Mungkin memang awam bagi mereka, namun bagaimanapun para muslimah disana tetap meyakini dengan keputusan yang mereka ambil.

Bukan hanya sebagai identitas, mengenakan jilbab juga merupakan perintah langsung Allah yang ada di dalam Al-Quran. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Terlanjur Haid, Shalat Belum Dikerjakan, Apakah Harus Mengganti?

Sebaliknya dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, kewajiban shalatnya tidak gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *