stasiun kerete api tertua
Foto: liputan6

Inilah 7 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia

Kereta Api di Indonesia sebenarnya sudah berjaya semenjak zaman penjajahan Belanda. Kereta berfungsi sebagai jalur transportasi publik dan angkutan barang. Eksistensi Kerete Api di Indonesia masih bisa dirasakan dengan bertambahnya kereta dan juga stasiunnya.

Beberapa di antara stasiun yang masih berdiri di Tanah Air ternyata merupakan stasiun tertua karena beroperasi sebelum Indonesia bebas dari penjajahan. Stasiun apa saja?

Stasiun Lempuyangan (1872)

Stasiun Lempuyangan merupakan stasiun yang terletak di kota Yogyakarta. Stasiun ini didirikan pada tanggal 2 Maret 1872 dan melayani pemberhentian semua kereta apai ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuma di utara dan Danurejan di selatan.

Stasiun Ambarawa (1873)

Kini memang orang tak lagi mengenal Stasiun Ambarawa karena sekarang telah diubah menjadi Museum Kereta Api Ambarawa. Letaknya di Ambarawa, Jawa Tengah. Museum ini memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya.

Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga kereta uap bergerigi yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya terletak di Swiss dan India.

Stasiun Tambaksari (1864)

Stasiun ini pertama kali dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 dan diresmikan oleh Jenderal Baron Sloet van de Beele. Untuk pengoperasian rute keretanya, pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (Nis). Salah satu markas NIS kini dikenal dengan nama Gudang Lawang Sewu. Pada tanggal 10 Agustus 1867, sebuah kereta meluncur pertama kalinya di stasiun ini.

Stasiun Solo Balapan (1873)

Stasiun yang satu ini merupakan stasiun induk di Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta yang menghubungkan kota Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19.

Stasiun Purwosari (1875)

Merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No 502, Purwosari, Surakarta. Stasiun ini berada di Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Stasiun ini merupakan stasiun tertua di Surakarta yang dibangun oleh NISM.

Stasiun Semarang Tawang (1868)

Stasiun ini merupakan stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis. Kereta api ekonomi tidak boleh singgah di stasiun ini. Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kereta api bersar tertua di Indonesia setelah Semarang Gudang. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873, jalur keretanya diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan berlanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.

 

Stasiun Kedungjati (1873)

Stasiun ini terletak di Kedungjati, Grobogan. Stasiun ini terletak di ketinggian +36m dari permukaan laut dan berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873. Arsitekturnya mirip dengan Stasiun Willem I di Ambarawa. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang dulunya dibangun dari kayu diuba h ke bata berplester dengan peran berkonstruksi baja dengan atap dari seng setinggi 14. []

 

 

Sumber: Liputan6

 

 

 


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *