al-quran, Inilah 7 Teguran untuk Rasulullah yang Terabadikan di Dalam Al-Quran
Foto: trendingpagi.

Inilah 7 Teguran untuk Rasulullah yang Diabadikan Dalam Al-Quran

Teguran biasa disampaikan karena telah melakukan suatu kesalahan. Namun, teguran yang Allah berikan pada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak sekedar menegur saja, namun jauh dari itu sebagai bentuk besarnya rahmat kasih sayang-Nya kepada beliau.

Jika membahas ayat-ayat Allah SWT yang menegur Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, itu dilakukan hanya sekitar masalah pelaksanaan dakwah yang sering dilakukan beliau secara berlebihan, sehingga melampaui batas kemampuan fisik dan mental beliau.

BACA JUGA: Ikut Hijrah dari Gaya Dakwah Konvensional ke Milenial

Karena itulah Allah mengingatkan beliau dengan firman-Nya, “Thaahaa. Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu agar kamu mendapat kesusahan.” (Thaahaa 1-2)

Tindakan atau amalan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang melampaui kemampuan fisik dan mental beliau, tercatat dalam ayat-ayat di bawah ini.

1. “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu.” (a-Tahrir :1)

2. “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).” (al-Kahfi : 6)

3. “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (Yunus : 99)

4. “Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. ” (Faathir : 8)

5. “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya.” (‘Abasa: 1-2)

6. “Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit pula karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: ‘Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang Malaikat.’ Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu. ” (Huud: 12)

BACA JUGA: Dosakah Tidak Tepati Janji Menikahi?

7. “Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.” (asy-Syu’ara: 3)

Diartikan dosa di sini adalah dosa memaksa dan membebani diri sendiri dengan tugas-tugas berat yang berada di luar kemampuan beliau. []

Sumber: Buku “Anda Bertanya Islam Menjawab”


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *