nasihat Umar Bin Khatab, meninggal husnul khotimah, husnul khotimah
Foto: pexels.com

Inilah 9 Ciri Meninggal dalam Keadaan Husnul Khotimah (Bagian 1)

Semua Muslim menginginkan kematian yang husnul khotimah, atau meninggal dengan akhir yang baik. Husnul khotimah ialah seperti cita-cita bagi seorang Muslim. Lalu apakah ada cara mengetahui apakah seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah atau tidak?

Hal tersebut dapat dilihat dari tanda-tandanya. Apa saja tanda seseorang meninggal husnul khotimah?

1. Mengucapkan Kalimat Syahadat ketika Wafat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, ”Barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka ia dimasukkan ke dalam surga,” (HR. Hakim).

“Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat, tidaklah seorang hamba mengucapkannya ketika hendak meninggal melainkan warnanya akan menyinarinya (dia akan tampak cerah) dan Allah melepaskan kesusahannya.”

Tholhah berkata, “Maka ‘Umar berkata, ‘Sesungguhnya aku mengetahui kalimat itu!’ Tholhah berkata, ‘Kalimat apakah itu?’ ‘Umar berkata, ‘Tahukah engkau satu kalimat yang lebih agung dari kalimat yang beliau perintahkan kepada pamanmu ketika hendak mening¬gal adalah: Laa ilaaha illallah.’ Tholhah berkata, ‘Engkau benar, demi Allah itu¬lah kalimat tersebut.’” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad

Dari hadits di atas, kita bisa mengetahui bahwa ucapan syahadat di akhir hayat seseorang memperlihatkan husnul khotimahnya orang tersebut.

2. Dahi Berkeringat ketika wafat
Tanda ini berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib, “Dahulu ketika Buraidah di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun ia menemukan bahwa saudaranya tersebut sudah wafat dan terlihat pada jidatnya yang berkeringat.” Kemudian ia berkata, ”Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda, “Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya,” (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud).

3. Wafat pada Hari atau Malam Jum’at
Tidak dapat dipungkiri bahwa hari Jum’at adalah sebaik-baiknya hari dalam satu minggu yang memiliki keutamaan-keutamaan khusus. Berdasarkan beberapa hadist para ulama menyimpulkan bahwa benar seseorang yang meninggal pada hari Jum’at mendapat keistimewaan. Bahkan orang muslim yang meninggal pada malam ataupun hari jum’at akan dilindungi oleh Allah dari siksa kubur.

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari jumat atau pada malam jumat kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur,” (HR. Ahmad).

4. Mati Syahid dalam Medan Perang dan Berjuang di Jalan Allah
Firman Allah SWT, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,” (QS. Ali Imran:169-171).

“Bagi orang yang mati syahid ada enam keistimewaan yaitu, diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya di dalam surga, di-lindungi dari azab kubur dan terjamin keamanannya dari mala¬petaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memberikan syafa’at bagi tujuh puluh orang kerabatnya,” (HR at-Tirmidzi dan menshohihkannya, Ibnu Majah, dan Ahmad). []

Sumber: Ummi Online

Bagian 2


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *