Novel Baswedan
Foto: Novel Baswedan (banjarmasin)

Inilah 7 Fakta Penangkapan Para Terduga Penyiraman Novel Baswedan

INSPIRADATA. Polisi kembali mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam penyiraman secangkir air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Namun, lebih dari satu bulan, polisi seperti menemukan jalan buntu mengungkap penyerangan tersebut. Puluhan saksi diperiksa dan sejumlah orang sempat ditangkap. Lagi-lagi, mereka belum terbukti terlibat.

Sejumlah pihak pun mengusulkan pembentukan Tim Pencari Fakta kasus Novel Baswedan kepada Presiden Joko Widodo. Meski kesulitan mengungkap fakta karena keterbatasan barang bukti, Polri berkomitmen menuntaskan kasus tersebut.

Dilansir oleh IDN Times, adapun 7 fakta terkait penangkapan orang-orang yang sempat dianggap menjadi pelaku penyiraman:

1. Polisi periksa puluhan saksi

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menyatakan pihaknya telah memeriksa puluhan saksi. Pada akhir April lalu, sedikitnya ada 21 saksi yang diperiksa. Namun, ia enggan menyebutkan siapa saja saksi-saksi tersebut. Tak hanya saksi, polisi juga meminta keterangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dan memeriksa rekaman CCTV kediaman Novel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

2. Hasan dan Mukhlis, memilih klarifikasi daripada ditangkap polisi

Tak ingin sketsa wajahnya semakin menyebar dan menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas, Hasan dan Mukhlis mengklarifikasi hal tersebut ke Polda Metro Jaya. Keduanya merupakan debt collector sekaligus mata elang bagi kepolisian, yang sering membantu menemukan motor curian.

Tetangga Novel, Yono, mengambil foto mereka saat berada di depan rumah Novel. Adapun Mukhlis sedang duduk di depan rumah Novel pada 28 Februari, sementara Hasan pada 14 Maret lalu. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, polisi memastikan keduanya tak terlibat penyerangan terhadap Novel yang menyebabkan kedua matanya terluka akibat air keras.

3. AL, kekeuh tak mengenal Novel dan sedang bekerja saat kejadian

Polda Metro Jaya pria berinisial AL pada Selasa malam, 9 Mei 2017. AL merupakan petugas keamanan di sebuah tempat pelayanan spa di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dia kekeuh membantah tuduhan sebagai pelaku penyerangan terhadap Novel. Kenal saja tidak, katanya. Sketsa dan foto wajah AL didapat polisi dari Novel.

Setelah diperiksa, AL ternyata saudara Hasan, pria yang sempat mengklarifikasi ke Polda Metro Jaya lantaran wajah mereka tersebar dalam foto yang diduga menjadi pelaku penyerangan. Penyidik akan mendalami isi komunikasi antara AL dan Hasan.

4. Nico, sempat menghebohkan media sosial karena videonya tentang Novel

Pengakuan Niko alias Miko Agung Tirtayasa terkait tekanan Novel kepadanya sempat viral di media sosial. Dia mengaku Novel memaksanya memberi keterangan palsu terkait salah satu kasus korupsi. Polisi akhirnya memeriksanya, apakah ada hubungan dengan penyerangan terhadap Novel atau tidak.

Setelah diperiksa, ternyata tidak ada kaitannya antara Niko dan teror yang dialami Novel. Saat kejadian penyiraman air keras ke wajah Novel pada 11 April lalu, Niko diketahui tidak sedang berada di Jakarta. Nico ditangkap bersama Miryam S. Hariyani, salah satu saksi kasus megakorupsi e-KTP, yang menjadi tersangka pemberian keterangan palsu.

5. Muhammad dan Lestaluhu, siapa mereka?

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyebutkan ada lima orang yang sempat diduga menjadi pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel. Mereka adalah Hasan, Mukhlis, Muhammad, Lestaluhu, dan Mico alias Nico. Namun, selama ini hanya nama Hasan, Mukhlis, Mico, serta pria berinisial AL yang kerap disebut di pemberitaan. Sedangkan, nama Muhammad dan Lestaluhu baru disebut Tito. Ia pun enggan menjelaskan siapa keduanya.

6. Polisi sempat sebut calon tersangka

Polisi sempat menganggap N dapat berpotensi sebagai pelaku penyiraman karena motif dendam. Sebelum ditangkap, N mengunggah video pengakuannya di media sosial. Katanya, dia dipaksa Novel untuk memberikan keterangan palsu terkait kasus korupsi yang menyeret pamannya, Muhtar Ependy, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. N juga mengaku dibayar untuk memberikan kesaksian palsu terkait kasus tersebut. Setelah menjalani pemeriksaan, polisi akhirnya melepaskan N lantaran dianggap tak cukup bukti menyiram Novel.

7. Tiga orang dianggap punya alibi kuat

Polda Metro Jaya menjelaskan tiga orang yang sempat ditangkap karena diduga sebagai pelaku penyerangan memiliki alibi kuat. Mereka berinisial M,H, dan AL. Setelah melalui proses pemeriksaan saksi dan bukti di lapangan, ketiganya tidak sedang di lokasi kejadian. Pembuktian dilakukan dengan cara pemeriksaan keluarga, tetangga, manifest perjalanan, serta rekaman CCTV rumah Novel.

Itulah 7 fakta mengenai kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *