Inilah Hikmah Bepergian, Jadilah Pengembara!

travelingINSPIRADATA. Salah satu perintah Allah yang penuh hikmah jika kita renungkan lebih dalam adalah perintah untuk melakukan perjalanan baik itu hijrah ataupun safar.  Berikut ini adalah tujuan bepergian sesuai dengan yang dianjurkan Allah dalam Al Qur’an:

Agar manusia dapat mengambil pelajaran dari kesalahan orang-orang pada zaman sebelumnya. Ini tertuang dalam Q.S. Ar-Ruum ayat 30. Dengan melakukan perjalanan ke berbagai temapat, kita dapat menemukan bekas-bekas peninggalan generasi pendahulu kita. Sehingga kita dapat membayangkan apa saja yang terjadi pada masa-masa dahulu, jika itu baik, kita dapat menjadikannya teladan. Dan, jika hal itu tidak baik, kita pun dapat berusaha untuk menghindari hal serupa di masa depan.

Bepergian untuk berdagang dan menuntut ilmu, rekreasi, wisata ke luar kota atau luar negeri. Ini seperti yang tertuang dalam Q.S. Al Hujuraat ayat 13.

Manfaat dari melakukan perjalanan atau bepergian tersebut adalah memperluas pengetahuan, pergaulan, kerabat dan jaringan koneksi,  sehingga pintu-pintu untuk mencapai usaha ataupun meraih kesuskesan terbuka lebar.

Jika diperhatikan, ada satu ayat al qur’an yang juga berkenaan dengan perintah bepergian sekaligus perintah menjalankan ibadah, yaitu haji. Ini tertuang dalam Q.S. Al Hajj ayat 27 dan Q.S. Ali Imran ayat 97.  Perintah haji ternyata bukan ditujukkan untuk orang-orang yang beriman saja, melainkan seluruh umat manusia.

Jika ditelaah lebih jauh melalui kaca mata sejarah, ternyata memang banyak bangsa-bangsa di dunia yang berhasil meraih puncak kejayaannya setelah berhasil menaklukan berbagai wilayah melalui aksi penjelajahan dunia.Contohnya Amerika, yang penduduknya sebagian besar adalah imigran dari Eropa. Mereka bepergian melintasi benua, hingga dapat menciptakan kebudayaan baru di tanah Amerika. Begitu juga dengan kaum muslimin dari jazirah Arab yang berhasil meraih kegemilangan di tanah Spanyol, Andalusia. Demikian pula halnya bangsa Indonesia yang pada kenyataannya bukanlah penduduk asli Nusantara, melainkan keturunan bangsa Melanesia.

Jadi, perintah Allah kepada manusia untuk melakukan perjalanan seperti yang tercantum dalam dalam Q.S Al Jumu’ah ayat 10, memang mengandung banyak hikmah. Apalagi bila dikaitkan dengan hakikat kehidupan manusia di dunia yang hanya sebatas singgah, sedangkan perjalanan abadinya adalah perjalanan menuju akhirat. Banyak praktek ibadah yang ternyata mengandung ajaran tentang keutamaan  bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya jiwa muslim adalah jiwa seorang musafir atau pengembara.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *