Unik, Informatif , Inspiratif

Inilah Keajaiban-keajaiban di Tanah Suci Mekkah

0

Mekkah merupakan kota yang menjadi sentral dari agama Islam. Setiap tahunnya, jutaan Muslim datang ke kota ini untuk menunaikan ibadah haji. Lalu, apa sajakah keajaiban-keajaiban yang terjadi di tanah suci Mekkah ini? Dan bagaimana dengan pahala bagi orang yang melaksanakan ibadah haji dengan datang ke kota ini?

Disebutkan bahwa Abu Bakar ra berkata, “Jika sepertiga malam telah lewat pada hari Jumat pertama bulan Rajab, maka para malaikat dari berbagai penjuru, yakni mereka yang berada di bumi maupun di langit akan berkumpul di Ka’bah tanpa ada yang ketinggalan. Ketika seluruhnya telah lengkap, maka Allah SWT memperhatikan mereka dan berfirman, “Wahai malaikat-Ku, mintalah sesukamu.” Para malaikat berkata, “Ya Tuhan kami, permintaan kami ialah agar Engkau berkenan mengampuni orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab.” “Aku telah mengampuni mereka,” jawab Allah.

Diriwayatkan bahwa barangsiapa yang melakukan shalat sunnah di belakang makam Ibrahim, diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu, dan diberi kebijakan sebanyak orang yang shalat di belakang makam itu, diamankan oleh Allah pada hari kiamat dari ketakutan, dan Allah menyuruh Jibril, Mikail, dan para malaikat lainnya untuk beristighfar untuknya hingga hari kiamat.

Diriwayatkan, barangsiapa yang menuju ke Baitullah menaiki unta, maka tiada mengangkat dan menaruh tapak kaki untanya melainkan dicatat oleh Allah satu kebaikan dan diampuni satu dosa. Selain itu, faedah shalat dua raka’at sunnah tawaf bagaikan memerdekakan satu budak dari keturunan Nabi Ismail as. Sedangkan Sa’i sama dengan memerdekakan tujuh puluh budak. Dan wuquf di Arafah itu bisa menghapus dosa, walaupun sebanyak buih di lautan. Adapun setiap batu yang dilempar untuk jumrah dapat menebus dosa besar. Menyembelih kurban di sisi Allah berpahala sangat besar. Begitu juga dengan tiap-tiap rambut yang tercukur bisa terhapus dosanya. Lalu ketika seseorang melakukan thawaf, ada malaikat yang meletakkan tangannya di atas bahunya sambil berkata, “Buatlah lembaran baru dalam hidupmu di masa yang akan datang, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah mengampuni semua dosa yang telah lalu.”

Abdullah bin Shalih berkata, “Dahulu ada seorang shaleh yang lari dari pergaulan manusia. Dia lari dari kota ke desa hingga sampai di Mekkah. Setelah dia tinggal agak lama, maka aku bertanya padanya, “Sungguh anda sudah lama menetap disini?”

Dia menjawab, “Bagaimana aku tidak betah berada di sini (di Mekkah), sedangkan aku belum menyaksikan satu pun negeri yang banyak dituruni berkah rahmat sebanyak yang diturunkan di negeri ini. Apalagi aku senantiasa menyaksikan para malaikat yang silih berganti setiap pagi dan sore. Ditambah lagi keajaiban yang bermacam-macam, seperti malaikat yang berthawaf di Ka’bah yang tiada putus-putusnya, yang andaikata aku ceritakan kepada orang lain, tentu takkan diterima oleh akal manusia yang tidak beriman.”

Lalu aku bertanya lagi, “Aku bersumpah kepada Allah, serta mengharap kepadamu, sudilah menceritakan sebagian yang anda lihat?” Dia berkata, “Tiada waliyullah yang syah melainkan dia datang / hadir kesini setiap malam Jumat dan tidak pernah terlambat kedatangannya. Oleh sebab itulah aku lebih tertarik menetap disini, agar selalu bisa bertemu dengan mereka.”

Pada suatu malam aku bertemu dengan seorang yang bernama Malik bin Al-Qasim Al-Jaili. Ketika dia datang, masih basah bekas cucian air sesudah makan. Maka aku menegurnya, “Apakah anda baru saja makan?” Dia menjawab, “Astaghfirullah, aku sudah seminggu ini tidak makan, sedangkan air bekas cucian ini adalah bekas memberi makan ibuku. Aku terlanjur kesini untuk mengejar shalat Shubuh, padahal jarak antara dari sini dari rumahku adalah 900 farsah (pos).” []

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.