Unik, Informatif , Inspiratif

Inilah Kedudukan Mahar Dalam Hukum Islam

0

Ketika ada sepasang calon pengantin yang akan menikah tentu mereka akan menentukan jumlah mahar pernikahan yang akan diberikan nantinya. Mahar itu sendiri merupakan hak bagi wanita. Nah, berikut ini penjelasan kedudukan mahar dalam islam secara garis besar.

1. Mahar Wajib Diberikan oleh Mempelai Pria

Mahar menjadi kewajiban bagi seorang pria yang harus diberikan pada calon mempelai wanita. Mahar ini pun harus ditentukan oleh wanita.

Dalam riwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hadrad al-Aslami bahwa dia datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa tentang wanita, maka beliau bertanya: “Berapa engkau memberi mahar kepadanya?” Ia menjawab: “Dua ratus dirham.” Beliau bersabda, “Seandainya kalian mengambil dari Bathha’, niscaya kalian tidak menambah.”

2. Bersifat Tidak Memberatkan

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahkan menyarankan agar wanita memberi keringan untuk pria dalam pemberian mahar ini.

Ahmad meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.”

3. Mahar Tidak Harus Berbentuk Benda

Memberikan mahar untuk wanita ternyata tidak harus berbentuk barang atau benda. Beberapa tahun yang lalu, bahkan ayat al-Quran dijadikan sebagai mahar.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu anhu, ia mengatakan, “Aku berada di tengah kaum di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba seorang wanita berdiri lalu mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia menghibahkan dirinya kepadamu, maka bagaimana pendapatmu mengenainya ? (Dalam riwayat Malik: “Sesungguhnya aku menghibahkan diriku kepadamu”). Beliau tidak menjawabnya sedikit pun. Kemudian ia berdiri kembali lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, dia menghibahkan dirinya kepadamu, maka bagaimana pendapatmu mengenainya?’ Beliau tidak menjawabnya sedikit pun. Kemudian dia berdiri untuk ketiga kalinya lalu berkata: ‘Dia telah menghibahkan dirinya kepadamu, maka bagaimana pendapatmu mengenainya?’ Lalu seorang pria berdiri dan mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya?’ Beliau bertanya, ‘Apakah engkau mempunyai sesuatu?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’ Beliau bersabda: ‘Pergilah, lalu carilah walaupun cincin yang terbuat dari besi!’ Ia pun pergi dan mencari, kemudian datang seraya mengatakan: ‘Aku tidak mendapatkan sesuatu, dan tidak pula mendapatkan cincin dari besi.’ Beliau bertanya: ‘Apakah engkau hafal suatu surat dari al-Qur-an?’ Ia menjawab: ‘Aku hafal ini dan itu.’ Beliau bersabda: ‘Pergilah, karena aku telah menikahkanmu dengannya, dengan mahar surat al-Qur-an yang engkau hafal.”

4. Mahar Merupakan Permintaan Dari Mempelai Wanita

Seperti yang sudah dijelaskan dalam poin sebelumnya, jika mahar ini harus merupakan permintana wanita. Namun, sifatnya tidak mutlak, pihak pria dan wanita bisa negosiasi terkait hal tersebut.

5. Mahar Bukan Merupakan Simbol Kebanggaan Bagi Perempuan

BACA JUGA: 10 Nasihat Pernikahan dari Imam Ahmad bagi Calon Suami

Terkadang di Indonesia terdapat adat dimana biasanya dari mahar akan siapa yang berasal dari keluarga berada atau keluarga biasa saja.

6. Mahar Harus Didapatkan Dengan Jalan yang Halal

Karena yang akan ditempuh ialah hubungan yang halal (pernikahan), maka maharnya pun haruslah dibeli dan didapatkan dari uang yang halal. []

SUMBER: DALAM ISLAM


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.