merasa lebih muda
Foto: Unsplash

Inilah Musibah Terbesar bagi Manusia yang Sering Diabaikan

Allah SWT sangat mencela orang-orang yang lalai. Bahkan Allah mengancam mereka dengan siksa yang dahsyat karena perbuatan itu merupakan musibah terbesar bagi seorang manusia. Mereka yang lalai senantiasa berpaling dari jalan lurus karena mengikuti hawa nafsu dan mengutamakan kehidupan dunia.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ أُولَئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Yunus: 7-8).

BACA JUGA: 4 Ciri Manusia yang Mendapatkan Nikmat Hidayah

Dalam ayat lainnya, Allah mengatakan bahwa orang lalai itu lebih sesat dibanding hewan ternak sekalipun. Orang lalai bisa dikatakan juga tidak mempunyai tujuan hidup yang sebenarnya, yakni mengumpulkan bekal agar tak binasa di akhirat nanti. Pikiran mereka hanya sebatas makan, minum, dan kenikmatan duniawi saja.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-a’raf: 179).

Orang-orang lalai akan larut dalam hawa nafsu dan syahwat. Mereka lupa akan ketaatan kepada sang pencipta langit dan bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Meski mempunyai telinga, namun mereka tuli terhadap ajakan dakwah. Punya mata, namun mereka buta dari hikmah kehidupan. Hati mereka pun terkunci dari sesuatu yang jelas kebenarannya. Pelajaran dan peringatan pun tak pernah mereka indahkan, sehingga larut dalam kesenangan dan kelalaian. Lalu, tanpa disadari siksa Allah datang secara tiba-tiba saat mereka terjerembab dalam kemaksiatannya.

BACA JUGA: 5 Manfaat Pelihara Kucing bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ * فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

“Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk) nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.” (QS. Al-A’raf: 4-5). []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *