Foto: Favim.com

Inilah Orang-Orang yang Masuk Surga Tanpa Dihisab

Kelompok pertama yang masuk surga dari umat Muhammad adalah mereka yang berada di puncak tertinggi keimanan, takwa, amal saleh, dan istikamah pada agama yang benar. Mereka akan masuk surga dalam satu barisan. Wujud mereka adalah laksana bulan pada malam purnama.

Dalam Shahîh-nya, Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُوْرَتُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، لَايَبْصُقُوْنَ فِيْهَا وَلَا يَمْتَخِطُوْنَ وَلَا يَتَغَوَّطوْنَ. آنِيَتُهُمْ فِيْهَا الذَّهَبُ، أَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَمَجَامِرُهُمُ الْأُلُوَّةُ وَرَشَحُهُمُ الْمِسْكُ، وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوْقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحَسَنِ لَااخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَبَاغُضَ، قُلُوْبُهُمْ قَلْبُ رَجُلٍ وَاحِدٍ، يُسَبِّحُوْنَ اللهَ بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

“Rombongan pertama yang masuk surga memiliki rupa seperti bulan pada malam purnama. Mereka tidak pernah meludah, membuang ingus, maupun buang air besar di dalam surga. Wadah mereka di surga adalah emas. Sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Perapian mereka adalah kayu gaharu dan keringat mereka adalah misik. Setiap orang memiliki dua istri yang sumsum betisnya tampak dari balik kulit karena cantiknya. Tidak pernah terjadi perselisihan dan saling marah di antara penduduk surga. Hati mereka adalah hati satu orang. Mereka selalu bertasbih kepada Allah siang maupun malam.” (HR. Bukhari)

BACA JUGA: Orang-Orang yang Pertama Masuk Surga

Imam Bukhari meriwayatkan dari Sahl ibn Sa’d r.a., dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَيَدْخُلُنَّ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِيْ سَبْعُوْنَ أَلْفًا أَوْ سَبْعُمِائَةِ أَلْفٍ –لَايَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ، وُجُوْهُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ

Sungguh akan masuk surga di antara umatku sebanyak 70.000 atau 700.000. Tidaklah yang pertama di antara mereka masuk sebelum yang terakhir masuk pula. Wajah mereka seperti wajah bulan pada malam purnama.” (HR. Bukhari)

Disebutkan dalam hadis sahih bahwa Allah memberikan kepada Rasulullah bahwasanya bersama setiap orang dari 70.000 itu ada 70.000 lagi.

Dalam Musnad Ahmad dengan sanad sahih dari Abu Bakar r.a. bahwa Rasulullah bersabda,

أُعْطِيْتُ سَبْعِيْنَ أَلْفًا مِنْ أُمَّتِيْ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ، وُجُوْهُهُمْ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، قُلُوْبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، فَاسْتَزَدْتُ عَزَّ وَجَلَّ، فَزَادَنِيْ مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ سَبْعِيْنَ أَلْفًا

“Aku diberi 70.000 dari umatku yang masuk surga tanpa dihisab. Wajah mereka seperti bulan pada malam purnama. Hati mereka seperti hati satu orang. Selanjutnya, aku meminta tambahan kepada Allah subhanahu wa ta’ala lalu Dia memberikan tambahan 70.000 bersama setiap orang.” (HR. Ahmad)

Dalam Musnad Ahmad, Sunan Tirmidzi, dan Shahîh Ibnu Hibban diriwayatkan dari Abu Umamah dengan sanad Sahih bahwa Rasulullah bersabda,

وَعَدَنِيْ رَبِّيْ أَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِيْ سَبْعِيْنَ أَلْفًا بِلَا حِسَابٍ عَلَيْهِمْ وَلَا عَذَابٍ، مَعَ كُلِّ أَلْفٍ سَبْعُوْنَ، وَثَلَاثُ حَثْيَاتٍ مِنْ حَثْيَاتِ رَبِّيْ

Tuhanku menjanjikan kepadaku untuk memasukkan ke surga dari umatku sebanyak 70.000 orang tanpa hisab dan tanpa siksa. Bersama setiap seribu ada tujuh puluh (ribu) dan tiga cidukan dari cidukan Tuhanku.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)

Rasulullah telah menggambarkan tentang ketujuh puluh orang pertama yang masuk surga itu serta menjelaskan ciri-ciri mereka.

Dalam Shahîh Bukhari dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda,

عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَأَخَذَ النَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الْأُمَّةُ وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ النَّفَرُ، وَالنّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الْعَشْرَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الْخَمْسَةُ وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ وَحْدَهُ فَنَظَرْتُ فَإِذًا سَوَادٌ كَثِيْرٌ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيْلُ، هَؤُلَاءِ أُمَّتِيْ؟ قَالَ: لَا، وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ، فَنَظَرْتُ فَإِذًا سَوَاد كَثِيْرٌ. قَالَ: هَؤُلَاءِ أُمَّتُكَ، وَهَؤُلَاءِ سَبْعُوْنَ أَلْفًا قُدَّامُهُمْ لَاحِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلَا عَذَابَ، قُلْتُ: وَلِمَ؟ قَالَ: كَانُوْا لَايَكْتَوُوْنَ، وَلَا يَسْتَرْقُوْنَ، وَلَايَتَطَيَّرُوْنَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ. فَقَامَ إِلَيْهِ عُكَّاشَةُ بْنُ مُحْصِنٍ، فَقَالَ: اُدْعُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنِيْ مِنْهُمْ. قَالَ: اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنْهُمْ. ثُمَّ قَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ: اُدْعُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنِيْ مِنْهُمْ. قَالَ: سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ

Semua umat ditunjukkan kepadaku. Ada nabi yang berlalu disertai satu umat. Ada nabi yang berlalu disertai beberapa orang. Ada nabi yang berlalu disertai sepuluh orang. Ada nabi yang berlalu bersama lima orang dan ada nabi yang berlalu seorang diri. Aku kemudian menoleh dan ternyata ada banyak orang maka aku bertanya: ‘Wahai Jibril, apakah mereka umatku? Jibril menjawab: ‘Bukan, tetapi lihatlah ke ufuk.’ Aku kemudian melihat dan ternyata ada sangat banyak orang. Jibril berkata: ‘Mereka adalah umatmu. Bersama mereka 70.000 orang tanpa menjalani hisab dan tanpa mendapat azab. Aku bertanya: ‘Mengapa demikian?’ Jibril menjawab: ‘Mereka tidak bertato, tidak minta diruqyah, tidak ber-tathayyur, dan mereka berserah diri kepada Tuhan.” Lantas berdirilah Ukasyah ibn Muhshin mendekat kepada Rasulullah kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar menjadikan aku salah satu dari mereka.” Nabi berdoa, “Ya Allah, jadikanlah ia salah satu dari mereka.” Selanjutnya, ada seorang yang lain berdiri mendekat kepada Rasulullah dan berkata, “Doakanlah kepada Allah agar menjadikan aku salah satu dari mereka.” Nabi menjawab, “Engkau telah didahului oleh Ukasyah.” (HR. Bukhari)

Mereka itulah barangkali yang disebut oleh Allah al-Haq dengan al-Muqarrabin dan as-Sabiqun.

Allah berfirman,

وَالسَّابِقُوْنَ السَّابِقُوْنَ. أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُوْنَ. فِى جَنَّاتِ النَّعِيْمِ

“Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. (Mereka)berada dalam jannah kenikmatan.” (QS. Al-Wâqi’ah: 1012)

Mereka adalah segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

BACA JUGA: Mereka yang Masuk Surga sebelum Hari Kiamat

Firman-Nya:

ثُلّةُ مِّنَ الْأَوَّلِيْنَ. وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْآخِرِيْنَ

“Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.” (QS. Al- Wâqi’ah: 1314)

Wallahualam bishawab. []

 

 

Sumber: Surga dan Neraka/Karya Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *