Inspirasi dan Data

Inilah Pesan Indah untuk Manusia dalam Do’a Nabi Sulaiman

0 334
-  - Inilah Pesan Indah untuk Manusia dalam Do’a Nabi Sulaiman -
foto: plus.google.com

INSPIRADATA. Nabi Sulaiman merupakan salah satu manusia pilihan yang dianugerahi oleh Allah SWT dengan nikmat berupa harta dan tahta. Nabi Sulaiman dikenal sangat kaya. Namun, ia tidak pernah lupa untuk bersyukur kepada Allah.

Dalam  Qur’an Surat An-Naml ayat 19, Allah swt Berfirman,

وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Maka dia (Sulaiman) ber, “Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah aku petunjuk untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba- hamba-Mu yang saleh.”  .(QS.an-Naml:19)

Do’a  Nabi Sulaiman dalam ayat diatas itu mengandung  pesan yang begitu indah.  Berikut ini isi pesan dalam do’a di ayat tersebut:

  1. “Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah aku petunjuk untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku.” Kalimat ini menunjukkan bahwa mensyukuri nikmat adalah taufik yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Kemampuan untu bersyukur itu sendiri adalah nikmat yang luar biasa. Karena tanpa taufik dari Allah, kita tidak akan mampu untuk mensyukuri nikmat-Nya.
  2. “Dan kepada kedua orang tuaku.” Ini menunjukkan bahwa Jangan pernah melupakan orang tua kita, karena dari mereka lah kita berasal. Orang tua adalah nikmat terbesar dari Allah yang diberikan untuk hamba-Nya. Seluruh kenikmatan dan prestasi tidak akan diperoleh tanpa jasa dari orang tua.
  3. “Dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridha’i.” Setelah mendapatkan nikmat, gunakan segala kenikmatan itu sesuai dengan keinginan Sang Pemberi nikmat. Janganlah kita gunakan untuk hal-hal yang memancing Murka-Nya.
  4. “Dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridha’i. ” Tujuan utama dari amal perbuatan kita adalah mendapatkan kerelaan Allah swt. Sebesar apapun amal yang kita lakukan tidak akan berarti tanpa niatan untuk memperoleh keridhoan-Nya.
  5. “Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba- hamba-Mu yang saleh.” Begitu banyak ayat Al-Qur’an yang menceritakan doa para nabi yang memohon untuk digolongkan bersama orang-orang yang sholeh. Jika para nabi saja selalu memohon hal ini, maka kita pun harus selalu berdoa dan berusaha untuk digabungkan bersama orang-orang yang sholeh.

Satu ayat dapat memberi bermacam pelajaran berharga. Semoga kita dapat semakin dekat dan akrab dengan Al-Qur’an.[]

 

Sumber: Khazanahalquran.com

loading...
loading...
Comments
Loading...