Inilah Sebab-sebab Datangnya Futur

Pernahkah Anda merasa kurang bersemangat saat melakukan ibadah? rasa malas dan lelah seakan membelenggu hati Anda untuk melakukan rutinitas Ibadah.

Mereka (Malaikat) bertasbih malam dan siang tanpa merasa futur (semangat yang turun).” (QS. Al–Anbiya’: 20)

Manusiawi, sifat-sifat tersebut memang sudah menjadi bagian dari fitrah manusia sebagai makhuk yang memiliki perasaan. Berhati-hatilah, jika hadir rasa malas yang tiba-tiba datang disaat gairah semangat yang membara. Karena hal tersebut Akan memboikut hati Anda terpaut dengan-Nya.

Itulah Futur, Istilah Futur dalam Lisanul ‘Arab didefinisikan sebuah rasa malas dan lemah setelah sebelumnya ada masa rajin dan semangat.

“Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146).

Seorang muslim hendaknya tahan banting dengan segala cobaan dan ujian yang meghampiri. Karena Allah menyukai hambanya yang tidak lesu dan tidak mudah menyerah. Dalam hal ini termasuk perihal ibadah dan semangat untuk senantiasa dekat dengan pencipta-Nya.

Biasanya penyakit futur ini menyerang mereka para ahli ibadah dan aktivis dakwah. Dan periksalah, saat rasa malas telah hadir dalam diri Anda, maka saat itulah Anda harus kembali kejalan yang telah Anda pilih sebelumnya. Bukan diam atau justru berpindah jalan yang membawa Anda tersesat lebih jauh.

Dikutip dari Satumedia, beberapa hal inilah yang menjadi salah satu dari sekian sebab futur menghampiri mereka para ahli ibadah.

Berlebihan dalam hal agama

“Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R. Muslim)

Apapun jika hal itu dilakukan dengan cara berlebihan akan menimpulkan dampak yang kurang baik. Karena ibdah yang baik adalah saat dilakukan secara berkala meskipun itu kecil, bukan sekaligus dalam jumlah yang besar.

Berlebihan dalam hal yang Mubah 

Mubah ialah perkara yang dibolehkan. Meskipun demikian, alangkah lebih baiknya jika hal tersebut dihindari untuk mencegah pada hal yang diharamkan. Seperti para sahabat yang menjauhi perihal mubah.

Lemah mengingat akhirat dan kematian

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.”(QS. Ali Imran : 185)

Jauh dari jamaah

“Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad)

Saat jauh dari para sahabat seiman yang memiliki visi dan misi sama, maka saat itu seseorang akan jauh dari orang yang mengingatkan tentang perkara benar dan salah.

Seperti sebuah lidi yang mudah dipatahkan jika dibandingkan dengan kumpulan lidi yang diikat menjadi sebuah sapu. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *