Unik, Informatif , Inspiratif

Isi Perut Paus Mati Botol, Jaring, Tali Rafia, dan Tutup Galon, Sampah Plastik di Lautan Jadi Masalah Serius

0 56

Saat ini sampah plastik menjadi masalah serius bagi lingkungan, bukan saja di daratan, tapi juga di laut. Karena Plastik yang terbuang di darat, seringkali turut aliran sungai sampai ke laut. Di tambah dengan aktifitas manusia sepanjang pantai, dan laut.

Plastik telah menjadi pembunuh fasih bagi mahluk laut. Seekor paus sperma bahkan ditemukan mati terdampar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dengan 5,9 kilogram sampah yang ada di dalamnya.

Dalam perut Paus yang mati mengenaskan itu ditemukan: botol minuman plastik, jaring, tali rafia, sobekan terpal, bahkan tutup galon.

BACA JUGA:Tak Hanya Bumi, Luar Angkasa Juga Punya Sampah yang Harus Dibersihkan

Sampah Plastik di Indonesia

Sebagai negara Kepulauan, Indonesia memilki garis pantai terpanjang di dunia. Aktivitas pantai yang meningkat seiring meningkatnya sektor wisata, bisa menjadi berkah. Tapi bila pantai ini tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi masalah. Sampah plastik salah satunya. Memang todak semua sampah plastik sebagai sampah pantai, karena plastik bisa berasal dari mana saja.

Karena pengelolaan, dan kesadaran lingkungan yang kurang, , Indonesia bahkan hanya menempati peringkat ke-145 dalam hal kondisi perairan dan laut. Data ini berdasarkan data dari Ocean Health Index di urutan pertama adalah Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan dengan nilai 92 persen pada 2017, saat rata-rata dunia mendapat nilai 70 persen. Indonesia sendiri hanya mendapatkan nilai 64 persen.

Mentri Kelautan dan Perikanan,  Susi Pudjiastuti mengungkapkan, sudah mengatakan bahwa Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut. Ia menjelaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan pun berkomitmen mengurangi 70 persen sampah plastik di lautan pada 2025.

BACA JUGA:ttp:Saat KKN, Mahasiswa di UMM Ciptakan Paving dari Sampah Plastik

8 juta metrik ton, volume sampah dunia

Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan Amerika tahun 1999, sampah laut terdiri dari 80 persen sampah yang berasal dari manusia, dan sisanya 20 persen sampah berasal dari proses alam.

Ocean Concervancy’s Trash Free Seas Alliance memperkirakan terdapat 8 juta metrik ton sampah memenuhi lautan dunia.

Di Indonesia di sepanjang pantainya kita bisa menemukan banyak sampah. Fakta lain adalah adanya puntung rokok sebagai sampah yang paling banyak ditemukan di pantai. Posisi selanjutnya ditempati oleh plastik bungkus makanan, topi dan tutup, barang pecah belah, botol plastik, dan plastik kemasan.[]

SUMBER: KOMPAS.COM

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline