islandia ukir sejarah di piala dunia
Foto: News.Club

Islandia Ukir Sejarah di Piala Dunia

Islandia berhasil mengukir sejarah pada gelaran Piala Dunia dengan menahan imbang tim Argentina di laga pertama penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Otkritie Arena, Moskow, Sabtu malam (16/6/2018).

Pemain yang juga berhasil mengukir sejarah adalah Alfred Finnbogason. Dia menjadi pencetak gol pertama sepanjang sejarah sepak bola Islandia di ajang Piala Dunia.

BACA JUGA: Ronaldo Salip Catatan Gol Messi di Kancah Piala Dunia

Perlu diketahui, Islandia saat ini menyandang status sebagai Timnas debutan di gelaran akbar yang diadakan empat tahun sekali itu.

Penyerang FC Augsburg di Bundesliga itu mencetak gol, memanfaatkan rebound kiper Argentina, Wilfredo Caballero, kurang dari lima menit setelah Lionel Messi menjebol gawang Islandia atau pada menit ke-23. Gol pemain bernomor punggung 11 itu menyeimbangkan skor jadi 1-1.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai. Islandia mendapat satu poin bersejarah, berkat gol Finnbogason, yang dipastikan bakal dikenang seluruh pencinta sepak bola Negara Es dan Api itu.

BACA JUGA: Terinspirasi Jersey Piala Dunia tahun 1990, Ini Kostum Anyar Timnas Jerman

“Sangat mengesankan. Itu adalah momen impian. Sangat menyenangkan bisa mengalami hal seperti ini,” kata Finnbogason, satu di antara hampir seluruh pemain yang memiliki nama berakhiran akhiran ‘son’ di Timnas Islandia.

Ia menambahkan gol itu tercipta berkat seluruh kerja sama tim. “Kami memiliki karakteristik yang jelas. Ini permainan bertahan yang konstan dengan kerja keras. Bahkan untuk tim kelas dunia seperti Argentina, sulit melawan kami. Ini poin yang bagus untuk mengawali turnamen,” lanjut pemain yang mencetak 12 gol dalam 22 penampilan di Ausburg musim lalu itu.

Sementara di Timnas Islandia, Finnbogason sudah memiliki 48 caps dengan koleksi gol 14.

Timnas Islandia akan menjalani laga kedua penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 melawan Nigeria di Volgograd Arena, Rusia, Jumat (22/6/2018). []

Sumber: bola.com


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *