gaza
Foto: الرسالة نت

Israel kembali Bombardir Jalur Gaza

Militer Israel melancarkan serangkaian serangan ke arah Jalur Gaza, Selasa (29/5/18). Sebelumnya, Israel mengklaim mendapat serangan beberapa rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza.

Jet Tempur Israel menyerang setidaknya 35 titik yang menjadi basis Hamas dan Jihad Islam.

Serangan dilakukan setelah pihak Israel menyebut kedua kelompok Palestina itu sebagai otak dibalik ‘rentetan proyektil’ yang ditembakkan dari Gaza ke selatan Israel.

Penembakan rudal dan mortir terjadi setelah kelompok Jihad Islam bersumpah akan membalas dendam atas serangan yang mematikan anggotanya pekan lalu.

Dalam pernyataannya, Jihad Islam dan Hamas mengatakan akan “memberi tanggapan bersama dengan puluhan roket ke basis militer penjajahan. Ini merupakan deklarasi bahwa kejahatan tidak dapat ditoleransi dengan cara apapun.”

Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds menyalahkan Israel atas agresinya terhadap warga Palestina.

“Sebuah upaya yang dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan yang dilakukan terhadap aksi damai warga,” kata mereka.

Kepada Aljazeera, Jubir Hamas Ismail Ridwan menyebut Israel sebagai pihak yang memanaskan situasi.

“Eskalasi ini sangat berbahaya dari penjajah Zionis. Mereka harus memikul tanggung jawab atas segala eskalasi ini beserta akibatnya,” kata Ridwan.

“Para penjajah itu harus tahu bahwa kejahatan selalu akan ditanggapi dengan perlawanan.”

Sejak 30 Maret lalu, setidaknya 121 warga Palestina gugur akibat peluru tajam pasukan Israel. Hal itu dilakukan dalam rangka membubarkan aksi damai yang digelar warga Palestina di perbatasan Gaza.

Serangkaian Serangan

Otoritas Israel mengumumkan sistem pertahanan udara miliknya berhasil menghalau sebagian besar dari rudal yang ditembakkan ke Israel.

Menurut mereka, total ada 28 rudal dan mortir yang diluncurkan.

Sejauh ini belum ada laporan korban tewas dalam serangan tersebut.

Sementara militer zionis mengatakan, tiga pasukan mereka mengalami luka ringan.

Beberapa jam setelah serangan Israel ke Gaza, bunyi sirine terdengar di Israel selatan.

Militer Zionis melalui Twitter mengatakan, mereka berhasil mencegat sejumlah peluncuran.

“Tidak ada negara di dunia yang mau menerima ancaman semacam ini terhadap penduduk sipilnya. Begitu pula dengan kami,” kata Emmanuel Nahshon, Jubir Kemenlu Israel melalui Twitter.

Jalur Gaza merupakan wilayah Palestina yang diblokade Israel darat, laut dan udara, selama 12 tahun terakhir. Tentu hal ini sangat membatasi warga Gaza untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari.

Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan menggelar pertemuan pada hari ini Rabu (30/5/18).

Pertemuan tersebut atas permintaan Amerika Serikat.

“Dewan Keamanan harus marah dan menanggapi serangkaian kekerasan yang ditujukan kepada warga sipil Israel,” kata Nikki Haley, Dubes AS di PBB.

Sumber: dakwatuna


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Saudi Sepi karena Virus Corona, TKI Alman: Supir Taksi Nangis ke Saya 

Jalanan yang biasanya ramai dan macet oleh kendaraan, saat ini terlihat kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *