Sebagaimana telah dijelaskan, hijab itu mencakup seluruh pakaian wanita dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Ilustrasi: Muslimah

Jaga Keperawanan Sampai Pelaminan, Ini Alasannya…

INSPIRADATA. Keperawanan sangat penting bagi seorang wanita. Sebab, itu merupakan  kehormatan dirinya. Sayangnya, jaman sekarang hal itu seringkali diabaikan. Banyak wanita bahkan yang masih remaja sudah kehilangan keperawanannya. Padahal, itu bertentangan dengan agama dan budaya timur yang menjadi prinsip bangsa Indonesia.

Alangkah rugi seorang wanita yang kehilangan kehormatannya sebelum menikah. Ia bukan hanya kehilangan kesucian, tapi juga harga diri dan kemuliaan. Wanita yang tidak dapat mempertahankan kehormatan karena memperturutkan hawa nafsu atau terbawa arus pergaulan bebas, akan mendapatkan cap negative dari lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, wanita dan remaja perlu tahu alasan kenapa wanita harus menjaga keperawanannya sampai ke jenjang pernikahan. Dilansir dari Fanind, berikut ini alasannya:

  1. Hidup kita ini bukan film atau sinetron. Seks bebas yang terlihat biasa-biasa saja di film-film hollywood itu tidak relevan dengan kehidupan nyata di budaya kita. Film hanyalah sebuah settingan yang selesai ketika kata ‘The End’ ditampilkan. Sedangkan kehidupan, tidak demikian. Jalan hidup manusia itu panjang dan hanya akan berakhir dengan kematian. Maka, jangan sia-siakan hidup ini dengan perbuatan yang nantinya akan kita sesali seumur hidup.
  2. Resiko yang harus ditanggung wanita dalam hidupnya sangatlah besar. Jika keperawanannya hilang, bukan hanya pandangan buruk masyarakat, tapi juga dosa besar yang mengundang hukuman dari tuhan. Belum lagi resiko hamil di luar nikah, membesarkan anak di usia muda, hilangnya masa depan cerah, dan masih banyak kerugian lainnya. Sedangkan, wanita itu mahluk yang lemah. Terbayang bagaimana sulit menanggung itu semua.
  3. Cinta sejati akan melindungi, bukannya menyakiti. Wanita haruslah cerdas membedakan cinta dan nafsu. Jika melepaskan kehormatan dijadikan alasan pembuktian cinta, maka ia telah terjerumus dalam kebodohan. Karena, itu bukanlah cinta. Melainkan, nafsu belaka.
  4. Kesucian wanita hanya boleh diberikan kepada suaminya saja. bukan kepada pacar, teman tapi mesra, kenalan, atau laki-laki yang statusnya tidak jelas. Alangkah rugi jika keperwanan itu diberikan kepada seseorang yang belum tentu menjadi jodoh kita. Karena kebahagiaan yang sebenarnya akan  indah hanya pada waktu dan dengan orang yang tepat saja, yaitu laki-laki yang bergelar suami kita sendiri.[]

Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *