belajar ilmu (foto: yementimes)

Jalan Metode bagi Penuntut Ilmu Menurut Nabi

Menuntut ilmu, menjadi suatu keniscayaan bagi seorang Muslim. Dengan adanya dalil-dalil syari’at, menuntut ilmu tidak bisa secara serampangan dan asal-asalan. Harus berdasarkan orientasi dan metodologi yang benar dan ‘indah’.

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya Hilyah Thalibil ‘Ilmi menerangkan bahwa ilmu itu ibadah.

Maka harus memenuhi dua syarat ibadah, yaitu iklash dan mutaba’ah (sesuai dengan contoh rasulullah).

Di antara metode dalam menuntut ilmu adalah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam berikut.

نضَّر الله امرأً سَمِع مقالتي فوَعَاها وحَفِظها وبَلَّغها، فرُبَّ حامل فِقْه إلى مَن هو أفقه منه

“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya lalu menghafalnya lalu menyampaikannya. Banyak orang yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih paham darinya…” (HR At-Tirmidzi).

Hadits di atas adalah mutawatir. Hadits tersebut diriwayatkan oleh sekitar dua puluh orang sahabat. Perhatikanlah,

Dalam hadits ini Nabi menyebutkan metode menuntut ilmu:

1. Mendengar. 2. Memahami. 3. Menghafal. 4. Menyampaikan.

Oleh karena itu, sebagian ulama berkata, “Awal ilmu adalah husnul istimaa’, yaitu mendengar dengan baik. Mendengar akan lebih sempurna dengan mencatat. Sebagaimana dikatakan oleh imam Az-Zuhri, “Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.”

Maka hendaklah para penuntut pintar mendengar dan mencatat ilmu terlebih dahulu. Orang yang tak pandai mendengar ia tidak akan dapat menuntut ilmu.

Janganlah langsung loncat ke fase terakhir, yakni menyampaikan, sehingga menjadi lebih pandai menshare daripada mendengar.

Pandailah mendengar, lalu fahami, hafalkan dan kuasai. Lalu terakhir menyampaikan dengan penuh amanah ilmiyah. Sehingga salah satu musuh para penuntut ilmu adalah plagiator ketika berkarya. Atau lebihnya, menyebarkan kebohongan.

Sumber


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *