imam shalat
Foto: NU Online

Jangan Asal-asalan Jadi Imam Shalat, Ini Syaratnya

Menjadi imam shalat tentu sebuah kebanggaan bagi seseorang. Pasalnya syarat menjadi imam shalat merupakan sesuatu yang sangat penting.  Nah, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan imam, berikut ini syarat-syaratnya

Sebelumnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah menyampaikan tentang siapa yang paling berhak menjadi imam. Dalam hadist riwayat Imam Muslim dengan nomer 673 dari sahabat Abu Mas’ud Al-Anshari.

BACA JUGA: Setelah Menjadi Imam Shalat, Kakek Ini Ditemukan Tidak Bernyawa

“Dari Abu Mas’ud Al-Anshari rhadiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertutur : Yang paling berhak untuk menjadi imam adalah orang yang paling pintar dan paling banyak hafalan Al-Qur’annya, jika dalam hal itu sama, maka dahulukan yang paling faham dengan sunnah, jika pengetahuan sunnah (dari para kandidat imam) sama, maka dahulukan orang yang lebih dahulu berhijrah, jika dalam waktu hijrah juga sama, dahulukan orang yang paling dahulu islamnya, dan janganlah seorang mengimami seorang yang memiliki kekuasaan, dan jangan seorang duduk dibangku kemulian milik seseorang kecuali dengan izinnya.” Berkata Al-Asyaj  dalam suatu riwayat : kata “lebih dahulu islamnya” diganti dengan “lebih tua umurnya”.

Setidaknya, dalam hadits ini sudah mengumpulkan lima kriteria atau syarat menjadi imam shalat:

1. Kesempurnaan Bacaan Al-Qur’an dan Banyaknya Hafalan

Dalam hadits riwayat Bukhari, “Diawal kedatangan kaum muhajirin di daerah usbah (sebuah daerah di Quba) sebelum kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang menjadi imam sholat adalah salim maula abu hudzaifah, dan ketika itu, dialah yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya ”

Dalam hadits sebelumnya ada kata أَقْرَأُ yang memiliki makna paling bagus bacaan dan tajwidnya. Sementara komisi fatwa saudi arabia no 19048 berkata,

المراد بذلك: أحسنكم تلاوة، وترتيلا للقرآن، ويراد به أيضا: أكثركم قرآنا، فمن كان أحسن تلاوة وترتيلا للقرآن وأكثر حفظا للقرآن، فهو أولى بالإمامة ممن هو أقل منه في ذلك، لا سيما إذا كان فقيها في صلاته.

“Maksudnya adalah seorang yang paling bagus bacaannya, paling tartil, dan kata tersebut juga memiliki makna ‘yang paling banyak hafalannya”

2. Pengetahuan Terhadap Sunnah (Hadits-hadits)

Maksud dari perkataan ibi ialah orang yang paling tahu dengan sunah adalah  orang yang paling faham dengan hukum-hukum agama, baik sholat, puasa, zakat, haji dan lainnya.

3. Waktu Hijrah

Maksud dari waktu hijrah adalah siapakah yang lebih dahulu berpindah dari negri kafir menuju negri islam. Dulu pada masa Rasulullah adalah seorang yang lebih dahulu berhijrah menuju Beliau lebih erhak menjadi imam jika mereka sama dalam dua kriteria yang pertama dan kedua.

BACA JUGA: Prabowo: Saya Memang Tak Pantas Jadi Imam Shalat

4. Waktu Masuk Islam

Jika dalam suatu daerah ditemukan seorang yang hafalan dan bacaan Al-Qur’annya sama, begitu juga dengan ilmu fiqihnya serta waktu hijrahnya, maka yang didahulukan orang yang paling dahulu masuk islam.

5. Umur

Apabila empat kriteria diatas dimiliki oleh semua kandidat, maka didahulukan orang yang paling tua umurnya. []

SUMBER: BIMBINGAN ISLAM


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *