Etika berdoa
Foto: The Islamic Monthly

Jangan Langsung Minta Ini-Itu Sama Allah, Lakukan Ini Dulu

Kita mungkin pernah berdoa kepada Allah seperti “Ya Allah, Saya minta ini”, “Ya Allah, Saya minta itu dong”, seperti tak beretika, dan Allah belum juga mengabulkan doa kita. Wajar saja bila hal tersebut terjadi.

Kita berdoa pada-Nya tanpa etika dan sopan santun. Tiba-tiba meminta ini-itu dengan banyak. Padahal, Islam mengajarkan etika, seperti yang dicontohkan Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam saat meminta sesuatu kepada Sang Pencipta.

Dikutip dari ummi-online.com, etika berdoa tersebut ialah menyanjung Allah terlebih dahulu, mulai doa dengan memuji Allah serta permohonan ampun (taubat) dari segala dosa yang kita lakukan, barulah memanjatkan hajat kita.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ada seorang Arab Badui menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamlantas berkata, “Ajarkanlah padaku suatu kalimat yang aku bisa mengucapkannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( قُلْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، اللهُ أكْبَرُ كَبِيراً ، وَالحَمْدُ للهِ كَثيراً ، وَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَالِمينَ ، وَلاَ حَولَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَزِيزِ الحَكِيمِ )) قَالَ : فهؤُلاءِ لِرَبِّي ، فَمَا لِي ؟ قَالَ : (( قُلْ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي ))

“Ucapkanlah: laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, Allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiroo, wa subhanallahi robbil ‘alamin, wa laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘azizil hakim, (Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah yang banyak, Maha Suci Allah Rabb semesta alam, serta tidak ada daya dan upaya kecuali bersama Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).”

Orang Arab Badui itu berkata, “Itu semua untuk Rabbku, lalu manakah untukku?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: ALLAHUMMAGHFIR LII WARHAMNII WAHDINII WARZUQNII (Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku hidayah).” (HR. Muslim, no. 2696). []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *