anak demam
Foto: NetDoctor

Jangan Panik! Lakukan 5 Hal Ini Saat Anak Demam

Saat bayi mengalami demam, kebutuhan cairan dalam tubuhnya akna semakin meningkat. Jadi, sangat penting bagi ibu untuk memberikan ASI atau minum yang cukup.

Ibu tak perlu cemas ketika anak demam. Sebelum membawanya ke dokter atau bidan terdekat, alangkah baik jika lakukan beberapa hal ini. Dikutip dari laman parents.com, hal ini penting dilakukan demi memantau kondisi kesehatan anak.

1. Perhatikan suhu tubuh anak
Suhu normal seseorang adalah 36-37 derajat celcius. Ukur suhu tubuh anak dengan menggunakan termometer. Jika suhu anak sangat tinggi di atas 39 derajat, maka segeralah memeriksakan kondisinya ke dokter.

2. Perhatikan aktivitasnya
Jika anak masih beraktivitas seperti biasanya walau suhu tubuhnya tinggi, Ibu tak perlu cemas. Cukup berikan anak obat penurun panas yang cocok untuk si anak dan tetap awasi dia. Namun bila sang anak lemas, rewes, dan susah tidur, segera periksakan anak ke dokter.

3. Perhatikan selimut dan bajunya
Hindari memakaikan pakaian yang gerah, ketat atau pun kasar pada tubuh anak saat demam. Ganti selimut anak dengan selimut yang baru agar membuatnya semakin tenang dan bisa istirahat dengan baik.

4. Lap atau mandikan anak dengan air hangat
Air hangat akan memberi ketenangan dan membuat anak nyaman. Jika panas anak sangat tinggi, cukup lap saja tubuhnya dengan handuk yang dicelupkan ke dalam air hangat. Jika demamnya telah menurun, baru ibu bisa memandikan anak dengan air hangat hingga sembuh.

5. Hindari mengompres anak dengan air es atau alkohol
Mengompres anak saat demam dengan air es atau alkohol justru membahayakan kesehatannya. Ini juga membuat energi sang anak terbuang dan tubunya semakin lemas. Lebih berbahaya lagi, mengompres anak dengan alkohol meningkatkan risiko gangguan pernafasan pada buah hati. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Jangan Pasang Stiker ‘Happy Family’ di Mobil Pribadi, Ini Bahayanya

para pelaku kejahatan jadi bisa mengetahui, kapan waktu sang anak sendirian di rumah tanpa ditemani ayah dan bundanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *