Unik, Informatif , Inspiratif

Jangan Pasang Stiker ‘Happy Family’ di Mobil Pribadi, Ini Bahayanya

0

MEMASANG stiker ‘Happy Family’ di mobil pribadi bisa jadi hal unik yang menyenangkan bagi pemilik mobil yang sudah berkeluarga. Stiker yang biasa ditempel di kaca belakang ini memuat nama, karakter, serta profesi anggota keluarga. Memasang stiker ‘happy family’ juga bisa jadi kebanggaan tersendiri bagi pemilik mobil.

Namun patut Anda ketahui bahwa tindakan sepele tersebut ternyata bisa berisiko. Pasalnya, stiker itu secara tak langsung memberikan informasi kepada orang yang keliru, terutama pelaku kriminal.

BACA JUGA: Kunci Mobil Ini Seharga Rp8 Miliar, Apa Hebatnya?

Dilansir dari The San Francisco Globe, Selasa (18/2/2020), Tony Ivey dari Spartanburg County Sheriff’s Department tak terlalu menyarankan pemasangan stiker ‘Happy Family’ di kendaraan pribadi.

Ia mengaku, meski informasi yang diberikan di stiker tersebut sangat terbatas, akan tetapi hal itu dinilai cukup bagi penjahat dalam melakukan aksi kriminalnya.

Dirinya menambahkan, dari banyaknya kejahatan yang mengintai, salah satu yang paling berbahaya adalah ancaman predator anak. Sebab, melalui profesi orang tua yang termuat di stiker, para pelaku kejahatan jadi bisa mengetahui, kapan waktu sang anak sendirian di rumah tanpa ditemani ayah dan bundanya.

Bukan hanya anak, keselamatan istri juga bisa terancam lantaran profesi suami yang termuat di stiker ‘Happy Family.’ Hal ini yang menimpa wanita muda bernama Kathleen Wiggins yang tinggal di Florida, Amerika Serikat (AS). Ia tak menyangka, stiker yang mengungkap profesi suaminya sebagai tentara angkatan laut membuatnya menjadi incaran penjahat.

Stiker itu secara tidak langsung memberitahu bahwa ia sering sendiri di rumah. Parahnya lagi, dalam stiker itu ada informasi bahwa ia hanya tinggal dengan anak-anak dan seekor anjing kecil. Hal itulah yang membuat pelaku kejahatan berkesimpulan, bahwa tak ada sosok ‘kuat’ yang mampu melindungi Kathleen saat ditinggal suami bekerja.

BACA JUGA: Ciri Freon AC Mobil Perlu Diisi Ulang

Berkat kejadian tersebut, Kriminolog Bond University sekaligus mantan anggota kepolisian, Terry Goldsworthy mengatakan, stiker seperti itu sama saja membuka kelemahan sang pemilik. Ia pun mengharamkan informasi sejenis dibagikan secara luas ke khalayak ramai.

“Karena penjahat jadi mengetahui beberapa hal tentang Anda, padahal sebenarnya keberadaan stiker itu tidak terlalu penting,” kata Terry. []

SUMBER: 100KPJ


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.