, Jangan Sekali-kali Mencela Makanan, Ini Penjelasannya
Unik, Informatif , Inspiratif

Jangan Sekali-kali Mencela Makanan, Ini Penjelasannya

0

Kita sebagai umat islam, janganlah sekali-kali untuk mencela makanan. Kalau tidak suka tidak usah berkomentar dan bisa meninggalkan makanan itu.

Jangan beri komentar yang berlebih karena itu sama saja menolak rezeki yang diberikan Allah SWT.

Imam Nawawi membawakan dalam kitab Riyadhus Sholihin mengenai tidak bolehnya mencela makanan dan disunnahkan untuk memujinya. Beliau bawakan dua hadits dari Abu Hurairah dan Jabir dalam hadits berikut ini.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela suatu makanan sedikit pun. Seandainya beliau menyukainya, beliau menyantapnya. Jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064).

Lihatlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan cara bagaimana menghadapi makanan yang tidak kita sukai, yaitu dengan ditinggalkan. (Bahjatun Nazhirin, 2: 51).

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Inilah adab yang baik kepada Allah Ta’ala. Karena jika seseorang menjelek-jelekkan makanan yang tidak disukai, maka seolah-olah dengan ucapan jeleknya itu, ia telah menolak rizki Allah.” (Syarh Al Bukhari, 18: 93)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Makanan dan minuman yang dinikmati ketika disodori pada kita, hendaklah kita tahu bahwa itu adalah nikmat yang Allah beri. Nikmat tersebut bisa datang karena kemudahan dari Allah.

Kita mesti mensyukurinya dan tidak boleh menjelek-jelekkannya. Jika memang kita suka, makanlah. Jika tidak, maka tidak perlu makan dan jangan berkata yang bernada menjelek-jelekkan makanan tersebut.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 199)

Kita disunnahkan untuk Hendaklah Memuji Makanan. Adapun hadits memuji makanan dapat terbukti dari hadits Jabir bin ‘Abdillah berikut ini.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada keluarganya tentang lauk. Mereka lantas menjawab bahwa tidak di sisi mereka selain cuka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR. Muslim no. 2052).

Perhatikan, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta lauk, yang ada hanyalah cuka namun beliau pun tetap menyantapnya dan menghargainya. Inilah yang dimaksud memuji makanan bahkan jika itu pemberian orang lain.

Jadi, di antara petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah jika beliau dapati makanan yang disenangi, maka dipujilah makanan tersebut.

Nah itulah hadith-hadith tentang mencela makanan, yang mana mencela makanan tak diperbolehkan. Maka kita harus selalu mensyukuri, karena makanan adalah rezeki dari Allah SWT.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.